Ekonomi Pemerintahan

Sulut Siap Jadi Pintu Logistik Global, Direct Call Tarik Investor ke Timur Indonesia

BASISBERITA.COM, Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus menegaskan bahwa pembukaan jalur pelayaran internasional langsung (direct call) dari Sulut berpotensi menarik investasi besar ke kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua).

Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub untuk Penguatan Efisiensi dan Daya Saing Logistik Kawasan Timur Indonesia , yang digelar pada Senin (12/1/2026) di Aula Gedung Keuangan Negara (GKN) Manado.

Menurut Gubernur Yulius, kawasan Sulampua memiliki posisi strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Secara makro, wilayah ini menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dan menjanjikan. Pulau Sulawesi secara keseluruhan mencatat pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5 hingga 6 persen, sementara Sulut tumbuh stabil antara 5 hingga 5,6 persen, bahkan setara dengan sedikit melampaui rata-rata nasional.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa Sulampua memiliki fondasi ekonomi riil yang kuat sekaligus potensi pertumbuhan jangka menengah yang besar. Oleh karena itu, kawasan ini memerlukan sistem logistik yang efisien dan terhubung dengan jaringan global,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan sektor logistik menjadi faktor krusial untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Salah satu langkah strategi yang didorong adalah pengembangan layanan direct call dari pelabuhan di Sulut.

“Dengan adanya direct call, waktu perjalanan pelayaran ke negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok dapat dipangkas secara signifikan. Dampaknya bukan hanya pada efisiensi biaya, tetapi juga pembentukan ekosistem logistik kawasan yang lebih kompetitif,” ujar Yulius.

Gubernur menekankan, jika layanan direct call dapat berjalan secara rutin dan berkelanjutan, maka manfaatnya akan dirasakan luas oleh dunia usaha maupun masyarakat. Keberadaan jalur pelayaran langsung juga diyakini mampu meningkatkan kepercayaan investor global.

“Direct call akan menjadi sinyal kuat bahwa kawasan Sulampua siap bersaing dalam rantai pasok internasional. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masuknya investasi baru,” tegasnya.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyampaikan apresiasi atas penyelenggara FGD tersebut.

Ia menyebutkan bahwa Tiongkok merupakan mitra strategis Indonesia di bidang perdagangan. Oleh karena itu, keberadaan jalur pelayaran langsung dinilai akan memberikan keuntungan bagi kedua negara.

“Kerja sama ini akan semakin optimal apabila didukung oleh peningkatan infrastruktur yang memadai,” ujarnya.

FGD tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Walikota Bitung Hengky Honandar serta perwakilan pelaku usaha, APINDO, Kadin, investor dan operator logistik.(sco)

Baca Juga

Pemkab Minsel Sabet Penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik

Basis Berita

BKD Sulut Tegaskan Pemberitahuan Mutasi yang Beredar Adalah Hoaks

Basis Berita

Kepada Pejabat yang Punya Jabatan Baru, Sekdaprov Steve Kepel Minta Kolaboratif

Basis Berita