BASISBERITA.COM, Manado – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Joko Supratikto, menegaskan komitmen dalam mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah di daerah melalui semangat Ramadhan yang penuh berkah.
Dalam sambutannya yang bertajuk “Ramadhan Penuh Berkah, Syariah Sulut Siap Merekah” pada pembukaan Hijrah Sulut Fest 2026 di Atrium Megamall, Kota Manado, Sabtu 28/2/2026), Supratikto menyampaikan bahwa Indonesia memiliki cita-cita besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2025, Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia, naik satu peringkat dibandingkan 2023 dan melonjak signifikan dari posisi ke-10 pada 2018.
“Posisi Indonesia kini berada di bawah Malaysia dan Arab Saudi,” kata Supratikto.
Capaian tersebut ditopang oleh sejumlah sektor unggulan, di antaranya modest fashion yang menempati peringkat pertama dunia, serta muslim-friendly travel dan halal pharmaceuticals & cosmetics yang berada di peringkat kedua.
Meski demikian, Indonesia masih perlu memperkuat sektor halal food yang berada di peringkat keempat, serta Islamic finance dan media & recreation yang saat ini berada di peringkat keenam dunia.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Bank Indonesia secara konsisten mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga pilar utama yang dirangkum dalam konsep IKLAS (Industri, Keuangan, dan Literasi Syariah).
Pada pilar Industri Syariah, penguatan dilakukan melalui pengembangan halal food, modest fashion, dan pariwisata ramah muslim. Pilar Keuangan Syariah difokuskan pada inovasi serta digitalisasi layanan keuangan syariah.
“Sementara itu, pilar Literasi Syariah dijalankan melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman serta partisipasi dalam ekonomi syariah,” terangnya.
Implementasi tiga pilar IKLAS di Sulawesi Utara diwujudkan melalui penyelenggaraan Hijrah Sulut Fest atau Festival Halal, Inklusif, dan Hijau Ramadhan Sulawesi Utara Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak 18 Februari hingga 15 Maret 2026 di Lapangan Parkir Kawasan Megamas, Manado ini menjadi momentum sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem halal, inklusif, dan hijau di Bumi Nyiur Melambai.
Hijrah Sulut Fest menjadi simbol komitmen bersama untuk menjadikan Ramadhan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi syariah yang berdampak luas dan berkelanjutan. Melalui festival ini, diharapkan usaha halal semakin berkembang, akses keuangan syariah semakin luas, literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat meningkat, serta kepedulian terhadap lingkungan semakin kuat.
“Harapannya, ekonomi Sulawesi Utara dapat tumbuh lebih inklusif dan hijau serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat pada tahun 2026 dan seterusnya,” ujar Supratikto.(sco)

