Pemerintahan

Puluhan Siswa Dirawat, KPPG Manado Pastikan SOP Program MBG Dievaluasi

BASISBERITA.COM, Manado – Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Manado terus memantau kondisi para siswa SMP Negeri 2 Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Manado, Billy Kereh saat dikonfirmasi basisberita.com, Kamis (27/11/2025) malam, mengatakan pihaknya menunggu hasil uji laboratorium BPOM terkait sampel makanan, sambil memastikan kondisi perkembangan seluruh siswa yang terdampak.

“Kami bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan. Sambil menunggu hasil pemeriksaan BPOM, perhatian utama kami adalah kondisi para siswa,” ujarnya.

Ia pun menegaskan dalam rangka investigasi, untuk sementara SPPG Airmadidi Atas Minut akan dihentikan operasionalnya.

”Kita berhentikan sementara sampai mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM, serta dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tanggal 29 September 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi,” terangnya.

Kereh menyebut kejadian ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari proses pengolahan makanan hingga distribusi kepada penerima manfaat.

“Program ini harus berjalan optimal. Oleh karena itu, sinergi dengan semua pihak, baik itu pemerintah, mitra, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan, sangat kami harapkan,” tuturnya.

Diketahui, sebanyak 86 siswa SMP Negeri 2 Airmadidi mengalami gejala keracunan pada Rabu (26/11/2025) sore. Mereka mendapatkan perawatan di tiga fasilitas kesehatan yakni Rumah Sakit (RS) Walanda Maramis, RS Hermana Lembean dan RS GMIM Tonsea Airmadidi.

Data yang dihimpun menunjukkan 56 siswa dirawat inap sementara 30 siswa sudah diperbolehkan pulang. Rinciannya, RS Walanda Maramis 17 orang, rawat inap 9 orang, rawat jalan 8 orang. Untuk di RS GMIM Tonsea Airmadidi 49 orang, rawat inap 35 orang dan rawat jalan 14 orang. Sementara di RS Hermana Lembean 19 orang, 11 orang rawat inap dan 8 orang rawat jalan 8. Siswa lainnya dilarikan ke RS Sentra Medika 1 orang rawat inap.(sco)

Baca Juga

Gema Paskah Nasional 2026 di Manado, Hashim Djojohadikusumo Serukan Persatuan Bangsa

Basis Berita

Gubernur Yulius Selvanus Sambut Dua Paskibraka Nasional Asal Sulut: Bukti Prestasi Anak Daerah

Basis Berita

Dibuka Gubernur Olly, Rio Dondokambey Ajak Sukseskan Perkemahan Karya Pemuda GMIM 2024

Basis Berita