BASISBERITA.COM, Manado – Pelantikan sembilan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) kabupaten/kota se-Sulawesi Utara (Sulut) memicu perhatian besar, baik dari publik maupun internal organisasi.
Kegiatan pelantikan yang dipimpin Sekretaris Karateker BPD HIPMI Sulut, Resky Wirmandi, pada Minggu (30/11/2025) di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, menjadi sasaran kritik karena dinilai berangkat dari proses Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) yang berlangsung terlalu cepat dan tidak sesuai mekanisme.
Adapun sembilan BPC yang ikut dilantik, meliputi Kota Manado, Bitung, Tomohon, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Sitaro.
Dari internal HIPMI, muncul dugaan bahwa rangkaian Muscablub dilakukan secara terburu-buru untuk mengamankan kepentingan seorang calon ketua BPD HIPMI Sulut. Langkah tersebut dianggap menciderai nama baik organisasi, terlebih dilakukan di penghujung masa jabatan Ketua Umum HIPMI Pusat, Akbar Himawan Buchari (AHB).
Sejumlah pihak juga menilai karateker BPD HIPMI Sulut telah menabrak Peraturan Organisasi (PO) HIPMI. Selain dianggap dipaksakan, Muscablub disebut tidak melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan tidak sesuai keputusan organisasi yang berlaku.
Ketua BPC HIPMI Tomohon, Karen Senduk menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak dilibatkan.
“Saya menolak adanya muscablub. Kami sebagai pengurus tidak pernah dikonfirmasi. Ini justru merusak nama besar HIPMI,” ujarnya.
Ketua HIPMI Minahasa, Liony Mongi mengungkapkan hal senada. Ia menyayangkan tindakan karateker yang dianggap mengabaikan proses sebelumnya.
“Beberapa bulan lalu kami telah dilantik secara resmi oleh Ketua Umum BPD HIPMI Sulut dan disaksikan Ketua DPRD Minahasa. Lalu mengapa tiba-tiba ada muscablub?” katanya.
Sementara itu, Ketua HIPMI Sangihe, Charles Takalamingan mempertanyakan motif di balik proses tersebut.
“Ini terlihat seperti agenda untuk menguntungkan satu calon ketua BPD HIPMI Sulut. Kami tidak diberi informasi apa pun. Tiba-tiba muncul pelantikan. Ada apa dengan caretaker HIPMI Sulut?” tegasnya.
Ketua Umum HIPMI Minahasa Utara, Jemail Sarajar juga menyoroti kejanggalan proses yang berlangsung sangat cepat.
“Ini betul-betul muscablub kilat. Muscab dan pelantikan hanya berlangsung dua jam dan di lokasi yang sama. Saya sangat menyayangkan langkah caretaker yang lebih mementingkan satu figur tertentu,” tandasnya.(*)

