Ekonomi

Hijrah Fest Sulut 2026 Resmi Dibuka, Dorong Ekosistem Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan

BASISBERITA.COM, Manado – Festival Halal, Inklusif, dan Hijau Ramadhan Sulawesi Utara (Sulut) 2026 atau Hijrah Fest Sulut resmi dibuka di Atrium Megamall Kawasan Megamas, Kota Manado, pada Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah, sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.

Hijrah Fest merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sulut, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Festival ini akan berlangsung hingga 15 Maret 2026 dan menghadirkan rangkaian pameran produk halal, edukasi keuangan syariah, hingga berbagai program sosial Ramadhan.

Sejak hari pertama, ribuan pengunjung memadati lokasi acara. Peserta yang hadir terdiri dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perbankan syariah, akademisi, komunitas, serta masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat konsep ekonomi syariah.

Wakil Direktur Eksekutif KDEKS Sulut, Radlyah H Jan, dalam sambutannya menegaskan peran strategis komite sebagai akselerator pembangunan ekonomi syariah di tingkat daerah. Menurutnya, Sulut termasuk dalam 31 provinsi yang telah membentuk KDEKS dengan fokus pada penguatan UMKM halal, peningkatan literasi keuangan syariah, optimalisasi zakat dan wakaf produktif, serta pemberdayaan generasi muda.

“Pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berbicara sektor keuangan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh agar lebih produktif dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menilai Hijrah Fest sebagai momentum penting untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah global. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy 2025, Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dunia.

Ia menekankan penguatan tiga pilar utama yang dirangkum dalam konsep IKHLAS, yakni Industri halal, Keuangan syariah, dan Literasi syariah.

“Kegiatan ini merupakan wadah bersinergi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong ekosistem halal, inklusif dan hijau di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Beberapa sektor yang menjadi perhatian khusus, di antaranya industri halal food, layanan keuangan, serta media dan rekreasi yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.

Ia menambahkan dalam rangka mendukung kebutuhan masyarakat selama Ramadhan, BI Sulut juga menyiapkan program penukaran uang baru senilai Rp1,4 triliun. Selain itu, penyaluran bantuan sosial akan dilakukan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai bagian dari penguatan fungsi sosial keuangan syariah.

Adapun mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Darwin Muksin menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas sertifikasi halal bagi UMKM dan membuka akses pembiayaan yang lebih inklusif. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan merata.

Hijrah Fest Sulut 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan ruang sinergi multipihak dalam membangun ekonomi daerah yang lebih inklusif. Dampak jangka panjangnya diharapkan terlihat dari meningkatnya kontribusi UMKM halal terhadap produk domestik regional bruto, tumbuhnya literasi keuangan syariah masyarakat, serta optimalisasi zakat dan wakaf sebagai instrumen distribusi kesejahteraan di Bumi Nyiur Melambai.(sco)

Baca Juga

Selama 2023, BSG Bukukan Laba Rp250 Miliar

Basis Berita

BI Sulut Dipimpin Joko Supratikto, Semangat Baru Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Basis Berita

Realisasi KUR di Sulut Masih Rendah, Wagub Steven Kandouw Sebut Sosialisasi Kurang

Basis Berita