Politik

Steven Kandouw Kans Suksesor Olly Dondokambey, Pengamat Beber Prediksi Kandidat Pendampingnya

BASISBERITA.COM, Manado – Beberapa waktu terakhir ini, sejumlah sosial media bermunculan polling politik tentang siapa calon pengganti posisi dari Olly Dondokambey sebagai Gubernur Sulawesi Utara (Sulut). Salah satu kader andalan PDI Perjuangan Sulut, Steven Kandouw (SK), muncul kepermukaan.

Beberapa kali nama Wakil Gubermur Sulut muncul dalam lapisan atas hasil tertinggi dari beberapa polling yang beredar.

Terkait hal itu, Pengamat Politik & Pemerintahan Sulut, Taufik M Tumbelaka, menyatakan hal yang wajar jika nama Steven Kandouw muncul terus menerus terlepas dari hasil polling politik tidak terlalu bisa diterima akurasinya.

“Bagi saya, polling politik punya kelemahan dalam hal akurasi dibandingkan survey politik yang lebih bagus dikarenakan tunjangan metodologi research yang baik. Namun terlepas dari itu munculnya nama Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, merupakan sesuatu yang wajar. Ini dikarenakan yang bersangkutan telah 2 periode mendampingi Gubernur Olly Dondokambey dalam posisi sebagai ‘orang nomer 2’ di Sulut. Otomatis perhatian publik sedikit banyak akan signifikan,” papar Tumbelaka yang merupakan jebolan Fisipol UGM kepada wartawan, Selasa (13/6/2023).

Saat ini publik juga masih menunggu siapa yang akan dijagokan oleh PDI Perjuangan Sulut dalam menghadapi Pilkada Gubernur pada tahun 2024 nanti.

Taufik Tumbelaka mengatakan peluang Steven Kandouw untuk dapat kepercayaan dari partai politiknya.

“Peluang Steven Kandouw sebagai kandidat yang akan dipercayakan PDI Perjuangan sangat besar. Dikarenakan telah membuktikan selama 2 periode menjadi Wakil Gubernur yang baik dari Gubernur Dondokambey. Selama 2 periode sebagai Wakil Gubernur, maka otomatis menjadi orang yang paling memahami harapan serta kebijakan-kebijakan yang diambil Sang Gubernur. Berangkat dari situ maka dapat dikatakan keterlanjutan kebijakan pembangunan dari Olly Dondolambey akan mudah dilakoni oleh Steven Kandouw,” terang Tumbelaka.

Tentang siapa yang akan menjadi ‘pendamping’ Steven Kandouw jika dipercayakan maju dalam Pilkada Gubernur Sulut, Tumbelaka memprediksi akan ada beberapa kemungkinan.

“Jika nantinya memang PDI Perjuangan mengutus Steven Kandouw maju dalam Pilkada Gubernur tahun 2024, ada beberapa kemungkinan pilihan kandidat yang akan diambil PDI Perjuangan,” tuturnya.

Beberapa pilihan, kata Tumbelaka, memiliki kans mendampingi Steven Kandouw.

Pertama, pilihan datang dari kalangan internal. Ada beberapa kader potensial bisa menjadi pilihan seperti Joune Ganda yang sekarang menjadi Bupati Minahasa Utara, atau James Sumendap yang telah sukses 2 periode menjadi Bupati Minahasa Tenggara dan bisa juga Walikota Bitung Maurits Mantiri yang berhasil membuat kembalinya kejayaan PDI Perjuangan di Kota Bitung.

Kedua, pilihan dari birokrat. Ada Rinny Tamuntuan, Kepala Dinas Sosial Sulut yang saat ini sedang dipercayakan menjadi Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe. Selain itu ada Gemmy Kawatu, birokrat senior yang baru saja purna bhakti. Gemmy Kawatu pernah maju sebagai calon Bupati Minahasa Selatan melalui 2 putaran dan hampir saja berhasil merebutnya dengan suara signifikan.

Rinny Tamuntuan dam Gemmy Kawatu selain punya kekuatan politik juga dipastikan dapat bersinergi dengan Steven Kandouw dengan baik jika nantinya menjalankan roda pemerintahan.

Lebih jauh disampaikan Tumbelaka ada juga pendamping dari pilihan koalisi. Peluang koalisi dengan parpol lain tetap ada namun kecil. Namun jika itu terjadi, maka peluang terbesar dengan Partai Golkar.

“Dan jika memang pilihannya seperti itu maka akan muncul nama mantan Bupati Minahasa Selatan (Minsel) 2 periode, Christany E Paruntu alias Tetty. Dia memiliki basis massa kuat di Minsel dan berhasil mengantar Sang Anak tembus ke kursi Senayan Jakarta sebagai anggota DPR Ri,” beber Taufik Tumbelaka.

Tumbelaka mengingatkan bahwa siapapun nanti akan dimajukan PDI Perjuangan dalam Pilkada Gubernur, akan dipengaruhi oleh hasil Pemilu Presiden.

“Terlepas dari itu semua, maka setiap parpol termasuk PDI Perjuangan akan terpengaruh oleh hasil Pilpres dalam menentukan siapa yang akan dijagokan dalam Pilkada Gubernur nanti,” pungkas Taufik Tumbelaka.(sco/*)

Baca Juga

Graha Gubernuran jadi Tempat Simpan Kotak Suara Kecamatan Wenang, Ini Pertimbangannya

Basis Berita

“Saya 20 Tahun Tidak Berkuasa, Aset Saya Banyak yang Mandek”

Basis Berita

Slank dan Once bakal Meriahkan Kampanye Ganjar di Sulawesi Utara

Basis Berita