Pemerintahan

Beribadah di GMIBM Bukit Zaitun Tungoi Bolmong, Wagub Steven Kandouw Pesan Begini

BASISBERITA.COM, Kotamobagu – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw beribadah bersama jemaat Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM) Bukit Zaitun Tungoi Bolmong, Minggu (22/10/2023).

Dalam sambutannya, Wagub Steven Kandouw mengatakan, bahwa gereja tidak boleh berpolitik, namun demikian gereja mempunyai sikap politik.

“Gereja memang tidak boleh berpolitik, tetapi gereja mempunyai sikap politik. Saya sebagai penatua, saya tidak pernah kampanye di gereja. Tetapi tentang sikap politik, selalu saya sampai-sampaikan,” tuturnya.

Sebagai warga gereja, Wagub Kandouw mengingatkan untuk tetap tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular.

“Artinya, sebagai warga gereja harus tahu, ketika ada orang-orang yang akan menjerumuskan dan memarginalkan gereja atau kaum minoritas, untuk tidak membiarkan mereka berkuasa. Sudah tahu orang yang sikapnya tidak ada prinsip, terus kita mau berikan hak politik. Ini ngawur, sikap politik harus ada,” tegasnya.

Wagub Steven Kandouw juga memberikan apresiasi kepada gereja yang selama ini turut mendukung jalannya pemerintahan.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menyadari bahwa dalam ikhtiar semangat untuk menciptakan masyarakat yang tertib dan aman, masyarakat yang punya etos kerja,” tuturnya sembari menambahkan bahwa Pemprov Sulut terus melibatkan semua pihak dan tokoh agama, antara lain dengan menyumbangkan dana untuk perawatan rumah-rumah ibadah.

GMIBM sebagai gereja dengan aliran Calvinis, sebagaimana khotbah yang menyampaikan tentang eklesia reformata, center reformata.

“Gereja Protestan harus berubah dan terus berubah. Perubahan dari semua aspek. Bertransformasi dari yang biasa-biasa jadi luar biasa,” tukasnya sambil mencontohkan jika seorang petani, maka jadilah petani yang saleh, tekun, cinta keluarga, gereja dan sesama.

“Begitu juga dengan tukang, apa pun profesi Anda harus terus bertransformasi karena dinamika hidup juga terus berubah,” sebutnya.

Aliran Protestan Calvinis, kata Wagub Kandouw, merupakan salah satu aliran yang mengagungkan kekudusan.

”Ingat GMIBM itu Calvinis. Road map-nya kekudusan. Jadi pendeta kudus, Pelsus yang kudus, anggota DPR yang kudus, PNS yang kudus, petani yang kudus, guru yang kudus apa pun latar belakangnya,” seru Kandouw.

“Kudus, bukan hanya di dalam gereja, keluar juga harus kudus. Jangan lupakan itu. Karena gereja itu bukan gedungnya, tetapi di dalam hati masing-masing, itulah gereja yang terutama,” pesan Wagub Kandouw.

Di kesempatan itu, Pemprov Sulut melalui Wagub Steven Kandouw serahkan bantuan hibah untuk 12 gereja, masing-masing sebesar Rp25 juta.(sco/*)

Baca Juga

Rencana Setiap Provinsi Punya Kodam, Prabowo: Kita Mulai Sedikit-sedikit

Basis Berita

Tunjang Pariwisata, Gubernur Olly Dondokambey akan Hadirkan Kapal Selam

Basis Berita

Gubernur Olly Dondokambey Raih Penghargaan Tokoh Indonesia Kategori Percepatan Infrastruktur

Basis Berita