BASISBERITA.COM, Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw menyebut kendala jaringan di kepulauan ikut mempengaruhi akses industri keuangan.
Hal itu disampaikan Wagub Kandouw pada Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Sulut di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, pada Rabu (7/8/2024).
Masih dalam sambutannya, wagub juga menekankan terkait literasi ekonomi. Menurutnya, hal itu belum berjalan optimal. Ia mencontohkan, hingga kini masyarakat masih kurang memahami mengenai program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Literasi ekonomi ini harus dilakukan pentahelix atau keroyokan. Selain libatkan masyarakat, pemerintah, cendekiawan termasuk teman-teman pers agar efektif,” tukas wagub.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut Gorontalo dan Maluku Utara Robert HP Sianipar mengatakan TPAKD merupakan forum koordinasi resmi bagi lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut di Sulut sudah terbentuk 16 TPAKD, satu di tingkat provinsi dan 15 kabupaten/kota.
Lanjut dia, untuk menyusun program kerja TPAKD, perlu diperhatikan potensi unggulan masing-masing daerah sehingga program kerja yang ditetapkan dapat berdampak langsung kepada masyarakat.
“Dan tentunya peran kepala daerah sangat penting untuk mencapai keberhasilan program TPKAD,” ucap Sianipar.(sco)