Politik

Diduga Karena Kalah di Pilkada Sitaro, Kubu YESTO Polisikan Ketua Serta Tim Pemenangan CHIKA BERANI

BASISBERITA.COM, Sitaro – Pilkada di Kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) telah melahirkan Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk periode 2025-2030. Namun, pertarungan 2 kontestan Pilkada yakni CHIKA BERANI (Chyntia I Kalangit-Heronimus Makainas) dan YESTO (Evangelian Sasingen-Liem Hong Eng), nampaknya belum usai, meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sitaro, telah menetapkan pemenang.

Menariknya, pertarungan kali ini tidak lagi di panggung politik, namun lebih ke arena milik aparat penegak hukum (APH). Betapa tidak, kubu YESTO yang kalah di Pilkada 27 November 2024 kemarin, kabarnya menyeret salah satu politisi senior yang juga juru kampanye (Jurkam) CHIKA BERANI, Piet Hein Kuera, ke APH dalam hal ini Polda Sulut.

Informasi yang dihimpun wartawan media ini, Kaka Pit, sapaan akrab Piet Hein Kuera, dilaporkan ke Polda Sulut dengan dalil telah melontarkan kalimat-kalimat tak berkenan terhadap Paslon YESTO dalam orasi politiknya. Akan hal ini, mantan Wakil Bupati Sitaro periode 2008-2013 itu kabarnya kini sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sulut.

Menariknya, bukan hanya Kaka Pit, Ketua Tim Pemenangan CHIKA BERANI, Alfrets Ronald Takarendehang (ART), juga kabarnya turut diseret ke APH.

Politisi Golkar yang juga Wakil Ketua DPRD Sitaro ini dilaporkan dengan dalil yang kurang lebih sama dengan yang disematkan kepada Kaka Pit. ART sendiri ketika dikonfirmasi perihal kabar ini, tidak menampik.

“Iya, kami telah mendapat surat panggilan dari aparat penegak hukum,” akunya.

Menurutnya, pemanggilan tersebut normatif, dan sebagai warga negara yang taat hukum, pihaknya siap memenuhi panggilan tersebut.

Meski begitu, ia juga menyoroti sikap yang terkesan tidak sportif kubu YESTO setelah kalah Pilkada yang memilih mengadu ke APH. Bagi dia, hal tersebut tidak jauh beda dengan sifat kekanak-kanakan yang suka mengadu ke orang tua ketika bertengkar dengan teman bermain.

“Ini juga bisa diartikan kalau mereka itu belum siap beradu di arena politik, sehingga terkesan tidak bisa menerima kekalahan,” sorotnya.

Ia mencontohkan pertarungan yang sama yang turut melibatkan dirinya sebagai kontestan pada Pilkada 2018 silam, meski kalah, dirinya bersama tim pemenangan memilih menerima kekalahan dan tidak melapor ke APH meski mengantongi indikasi kecurangan petahana kala itu.

“Bagi saya, kalah ya kalah. Tidak perlu lagi ada drama-drama yang lain. Toh, dari awal sudah ada pernyataan sikap bersama untuk siap kalah serta siap menang,” sindirnya.

“Kalau yang terjadi pada mereka hari ini justru terbalik, siap menang tapi tidak siap kalah,” kuncinya. Sekadar diketahui, kabarnya saat ini laporan terhadap Ketua dan Tim Pemenangan CHIKA BERANI sedang bergulir di Polda Sulut.(**)

Baca Juga

Reses Bermakna, Rio Dondokambey Bantu TK di Kapitu

Basis Berita

PDI-P Sulut tak Masalah Dapil Berubah, Olly Dondokambey Targetkan Raih Suara di Atas 50 Persen

Basis Berita

Elektabilitas Mulai Turun, Pengamat Nilai Karena Pimpin Talaud Tidak Memuaskan

Basis Berita