BASISBERITA.COM, Manado – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengadakan Wisata Kuliner Ramadhan (WKR) 2025. Kegiatan yang menampilkan puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini ramai pengunjung.
Rejeki pun mengalir bagi para tenant yang ikut WKR ini. Penghasilan yang diraih masing-masing tenant bisa ribuan hingga jutaan rupiah loh per harinya.
Salah satu pemilik tenant, kepada wartawan Senin (10/3/2025) mengklaim mampu meraih penghasilan 2 juta rupiah tiap hari kerja.
“Kalau Sabtu itu (omzetnya) bisa tembus 5 juta,” katanya.
Pemilik Kios Alfatih ini menjual batagor dengan harga yang murah. Per porsinya dijual Rp25.000. Itu sudah dapat bonus air mineral. Harga yang sama juga ia jual untuk menu siomay dan gado-gado. Dengan harga yang ramah dikantong, membuat pengunjung banyak membeli.
“Insya Allah sampai hari ini masih ramai,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia mengaku fasilitas dari BI ini sangat membantunya dalam berusaha.
“BI adakan kegiatan begini dua kali dalam setahun. Saya selalu ikut,” ujarnya.
Perempuan berjilbab ini berharap kegiatan ini terus diadakan.
“Kegiatan ini kan sudah berjalan lama, ya harapannya tetap jalan terus,” tukasnya.
Yeni, pemilik tenant lainnya malah mengaku penghasilannya mencapai Rp3-4 juta per hari.
“Lumayan ramai, kalau hujan memang sedikit menurun omzetnya,” kata dia.
Owner Kuliner Nusantara yang menjual kuliner, seperti lalapan, ayam bakar, ayam rendang, mujair bakar dan goreng serta menu lainnya ini mengaku sering ikut kegiatan yang dibuat oleh BI Sulut. Saking seringnya, ia sampai lupa sejak kapan memulainya.
“Pastinya bersyukur bisa ikut berjualan. Kami harap ke depannya bisa dipikirkan mengenai tempatnya. Sama seperti ini kalau hujan turun, pengunjung tidak mau duduk makan,” katanya.
Ramai pengunjung juga dialami oleh Barokah Food. Tenant yang menjual rice bowl, bakso mercon hingga es teller ini juga menghasilkan jutaan rupiah per harinya.
“Kalau tidak hujan bisa sampai 180 porsi untuk es teller. Menu ini yang jadi andalan kami. Sementara apabila hujan, ya main di 100 porsi,” bebernya.
Harga menu yang dijualnya dimulai dari Rp15.000 hingga Rp35.000 per cup. Apabila dihitung rata-rata terjual 100 cup, dengan harga yang paling murah artinya ia menghasilkan 1,5 juta per hari.
“Untuk untungnya, masih dihitung ya. Kan kita persiapkan ini setiap hari modalnya 1 juta,” ungkapnya.
Namun, perempuan yang ramah ini sangat bersyukur menu yang ditawarkannya cukup ramai dibeli pengunjung.
“Kalau biasanya jualan di kantin salah satu kampus di Manado dengan target marketnya mahasiswa dan dosen. Kalau di sini kebanyakan anak muda. Apalagi kalau malam minggu,“ ungkapnya.
Adapun para tenant ini terpantau juga melayani konsumen dengan QRIS. Berapapun nilai transaksinya bisa dilayani pada WKR ini.
“QRIS ini sangat memudahkan kami yang tidak memiliki uang cash bertransaksi di tempat ini,” kata salah satu pengunjung.
Selain itu, di lokasi ini ada pula penukaran uang rupiah. Jadi, masyarakat yang ingin tukar uang untuk Idul Fitri 2025 bisa memanfaatkannya.
Adapun kegiatan ini berjalan berkat kolaborasi antara BI Sulut dengan PT Mega Jasa Kelola dan De’Gendis EO ini juga menghadirkan penukaran uang rupiah lewat kas keliling.(sco)

