BASISBERITA.COM, Manado – Dalam upaya penyelesaian peristiwa Permesta yang dikenal dengan “Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi” diketahui melalui sekitar 9 kali upaya pertemuan antara Frits Johanis (Broer) Tumbelaka dengan sejumlah tokoh Permesta.
Secara seremonial ada 3 kali upacara dan parade penerimaan pasukan Permesta, yaitu berlokasi di antara Lopana dan Malenos yang sekarang dikenal dengan nama Malenos Baru, Minahasa Selatan yang dihadiri oleh Pangdam Merdeka, Brigjen Soenandar Pridjosoedarmo, di sekitar Woloan Tomohon yang dihadiri oleh Mayjend Hidajat Martaadmadja dan Brigjend Ahmad Yani serta terakhir upacara pada tanggal 12 Mei 1961 berlokasi di Papakelan (dekatTondano) Minahasa yang dihadiri langsung oleh MKN/KASAD Jenderal AH Nasution.
Khusus upacara pada 12 Mei 1961 yang dihadiri oleh Jenderal AH Nasution selaku inspektur upacara ada peristiwa menarik terkait Jenderal AH Nasution dan Tokoh Besar Permesta, Kol AE Kawilarang dan FJ (Broer) Tumbelaka yang saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara – Tengah (Sulutteng) dengan tugas khusus dibidang Keamanan
11 MEI 1961
Jenderal AH Nasution tiba di lapangan terbang Mapanget (sekarang bandara Sam Ratulangi) Manado (saat itu masih Propinsi Sulutteng) dalam rangka inspeksi. Direncanakan MKN/KASAD Jenderal AH Nasution pada 12 Mei 1961 akan hadir dalam parade pasukan Permesta yang “Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi” di Papakelan dekat Tondano Minahasa dan sesudah itu diadakan pertemuan khusus dengan Tokoh Besar Permesta, AE Kawilarang. Direncanakan dihari-hari berikutnya akan meninjau beberapa tempat di daerah Minahasa.
Pada malam harinya sekitar 22.00 waktu Manado, seorang utusan dari Liason Officer Group Permesta di Tomohon, Wenas, menemui FJ (Broer) Tumbelaka untuk menyerahkan surat dari Lendy Tumbelaka yang memberitahu jika AE Kawilarang telah jatuh sakit, diusulkan pertemuam diadakan di Tomohon. Saat itu utusan juga membawa surat dari AE Kawilarang untuk Jenderal AH Nasution.
Pada malam itu pula FJ (Broer) Tumbelaka langsung menemui MKN/KASAD Jenderal AH Nasution untuk disampaikan info terakhir. Jenderal AH Nasution sempat menanyakan tentang kebenaran kondisi kesehatan AE Kawilarang dan dijelaskan oleh FJ (Broer) Tumbelaka memang yang bersangkutan diketahui sedang sakit, terserang malaria.
Lalu diusulkan oleh FJ (Broer) Tumbelaka dapat bertemu dengan AE Kawilarang besok pagi pada jam 08.00 waktu Tomohon dan bisa lanjut menuju lokasi parade pasukan Permesta di Papakelan Minahasa. Dan usulan itu disetujui oleh Jenderal AH Nasution.
Perubahan jadwal itu selanjutnya disampaikan kepada Pangdam Soeandar Pridjosoedarmo dan dimintakan agar FJ (Broer) Tumbelaka menghubungi AE Kawilarang di Tomohon
Sekitar jam 01.00 waktu Manado, FJ (Broer) Tumbelaka menuju Tomohon guna menemui dan menjemput AE Kawilarang.
12 Mei 1961
Setelah tiba di Tomohon menjelang pagi FJ (Broer) Tumbelaka langsung menemui AE Kawilarang di daerah Tara-tara, Tomohon guna melihat kondisi kesehatan dari AE Kawilarang, terlihat sedikit pucat dan agak kurus. FJ (Broer) Tumbelaka langsung menyampaikan hasil pembicaraanya dengan Jenderal AH Nasution pada malam hari sebelumnya, lalu AE Kawilarang bersiap diri dan bersama-sama menuju Tomohon.
Pada pagi itu setelah tiba di Tomohon, Jenderal AH Nasution dan rombongan menuju rumah Komandan VAK, Tular, guna bertemu dengan AE Kawilarang yang telah menanti bersama FJ (Broer) Tumbelaka.
AE Kawilarang menyambutnya dengan berdiri. Sambil bersalaman, Jenderal AH Nasutiom bertanya, “En, apa kabar?”. AE Kawilarang tidak berkata apa-apa, hanya tersenyum.
Jenderal AH Nasution mengenakan seragam Pakaian Dinas Harian dengan tanda pangkat bintang 4 dipundak. AE Kawilarang mengenakan seragam Pakaian Dinas Lapangan dengan tanda pangkat Mayor Jenderal Permesta dipundaknya.
Setelah bercakap-cakap sebentar, Jenderal AH Nasution dan AE Kawilarang pindah menuju ruangan lain untuk pembicaraan tersendìri. Lalu setelah itu Pangdam Soenandar Pridjosoedarmo dipanggil untuk bergabung dalam pembicaraan khusus.
Setelah pembicaraan khusus yang memakan waktu cukup lama di ruangan tersendiri selesai, terlihat Jenderal AH Nasution dan AE Kawilarang tertawa bersama.
Tidak lama kemudian MKN/KASAD Jenderal AH Nasuion didampingi Pangdam Soenandar Pridjosoedarmo melanjutkan perjalanan menuju Papakelan Minahasa guna menghadiri parade pasukan Permesta. Pada kesempatan itu Wakil Gubernur Sulutteng, FJ (Broer) Tumbelaka meminta izin kepada MKN/KASAD Jenderal AH. Nasution untuk tidak ikut dengan rombongan ke acara parade pasukan di Papakelan Minahasa dikarenakan ingi mengantar AE Kawilarang kembali ke Tara-tara, Tomohon.
Selanjutnya Wakil Gubernur Sulutteng FJ (Broer) Tumbelaka menuju Papakelan Minahasa.
***Dalam acara parade pasukan di Papakelan hadir MKN / KASAD Jenderal AH Nasution dan jajarannya termasuk Pangdam Brigjen Soenandar Pridjosoedaro dan dari pihak Permesta hadir DJ. Somba dan jajarannya.
*Dirangkum dari berbagai sumber

