Pemerintahan Pendidikan

Akhir Masa Jabatan, Marhaen Royke Tumiwa ‘Pamer’ Ilmu di Hadapan Para Kepsek

BASISBERITA.COM, Manado – Di akhir masa jabatannya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Sulawesi Utara (Sulut), Royke Marhaen Tumiwa terus memberikan pengabdiannya demi memajukan Bumi Nyiur Melambai.

Royke Marhaen Tumiwa telah genap berusia 60 tahun pada 9 Mei 2025, itu artinya tinggal menghabiskan bulan ini ia pun pamit sebagai abdi negara.

Kendati sudah masuk masa purna bakti, namun kerja tidak kendor. Ia malah menginginkan peningkatan mutu sekolah di Sulut. Olehnya, Tumiwa ‘menggembleng’ para Kepala Sekolah (Kepsek), baik itu Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Mutu sekolah akan maju, menurut Tumiwa, harus didukung dengan kompetensi. Selama sepekan lamanya, para kepsek mengikuti pembelajaran di BPSDM Sulut.

“Roh, jiwa dan marwah pendidikan itu ada pada bapak dan ibu (para kepsek),” kata Tumiwa di hadapan para kepsek, Selasa (27/5/2025).

Birokrat yang terkenal sebagai pemikir ini saat memberikan arahan dan motivasi bagi para kepsek seringkali melontarkan bahasa Inggris dengan style yang up to date.

Ketika menanyakan sesuatu kepada kepsek, tak jarang Tumiwa sedikit marah. Namun, gayanya tesebut malah disegani.

“Ilmu yang ditransfer kepada kami ini, sangat berguna dipraktekan untuk kepemimpinan sehari-hari. Kepemimpinannya wajib jadi teladan. Sayang Pak Roy otaknya masih fresh tapi sudah masuk masa purna bhakti,” kata seorang kepsek peserta pembelajaran.

Selain menyampaikan teori-teori dalam capacity building, para kepsek juga ikut turun langsung mengamati sejumlah sekolah unggulan di Sulut.

“Visitasi ini memiliki tujuan untuk mendapatkan pembelajaran, mendapat makna dan hikmah. Para kepsek diharapkan melihat karakteristik sekolah termasuk manajemen sekolah, style leadership serta program dan inovasi sekolah,” terang Tumiwa.

“Hasil dari visitasi itu dibuatkan rekomendasi menjadi bahan evaluasi untuk bisa ditiru di sekolah masing-masing,” tukasnya.

Sekretaris BPSDM Sulut Audy Pangemanan didampingi Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Leilany Makalew kepada wartawan mengatakan kepsek bagian dari jabatan struktural. Makanya, pengembangan diri bagi para kepsek ini penting dilaksanakan.

“Jangan anggap urusan di sekolah itu hanya masalah kurikulum, masalah dana BOS. Para kepsek itu harus memperkuat manajemennya. Bagaimana kemampuan memimpin, harus ada inovasi. Kalau itu tidak ada, maka sekolah akan begitu-begitu saja,” tutur Pangemanan.

“Sebagai kepsek harus menjadi manager, harus ada jiwa kepemimpinan,” sambungnya.

Peningkatan kapasitas kepsek ini, lanjutnya, seturut dengan visi misi Gubernur Sulut Yulius Selvanus yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pak gubernur menilai faktor paling penting untuk kemajuan daerah adalah lewat peningkatan sumber daya manusia. Salah satu upayanya melalui pengembangan kompetensi,” tukasnya.(sco)

Baca Juga

Pemprov Sulut Bergerak Bersama, Ringankan Beban Warga Sitaro

Basis Berita

Gubernur Yulius Selvanus Wujudkan ‘Sulut Terang’, Empat Pulau Dapat Listrik Sepanjang Hari

Basis Berita

Bupati FDW Hadiri Ibadah Pembukaan Perkemahan Raya Pemuda KGPM Tahun 2024

Basis Berita