BASISBERITA.COM, Manado – Pasca dilantiknya Duet Pemimpin Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus-Victor Mailangkay pada Februari 2025 lalu, nampak kinerja jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut masih belum berjalan sesuai harapan. Walaupun upaya memperkuat kinerja terus dilakukan. Terkait hal itu, Pengamat Politik & Pemerintahan Sulut, Taufik M Tumbelaka memberi tanggapan.
“Hal yang wajar jika ‘kabinet’ Pemprov Sulut belum berjalan sesuai harapan dikarenakan ada situasi dan kondisi atau sikon yang muncul. Saat ini juga masih masa oreintasi dan evaluasi. Ini perlu waktu dan bisa sampai dua triwulan atau satu semester atau enam bulan terlebih penyesuaian sikon nasional yang terpengaruh masalah internasional,” kata Taufik M Tumbelaka, Jumat (27/6/2025).
‘Kabinet’ sekarang memang sebenarnya merupakan hasil rancang bangun pemimpin sebelumnya yang terkait sikon masa itu. Namun Taufik M Tumbelaka mengingatkan agar tidak terlalu lama dalam mengambil langkah taktis dan strategis dalam memperkuat jajaran Pemprov Sulut.
“Gubernur sebaliknya mengambil langkah taktis dan strategis agar sebelum enam bulan pasca dilantik, kinerja jajaran Pemprov Sulut sudah bisa on fire terhadap program-program dari Duet Pemimpin baru Sulut,” terang Pengamat Politik & Pemerintahan Sulut jebolan dari Fisipol UGM Yogyakarta.
Lanjut Taufik M Tumbelaka tentang penguatan kinerja ‘kabinet’ Pemprop Sulut.
“Ada beberapa pilihan langkah guna penguatan ‘kabinet’ Pemprov Sulut yang bisa diambil, seperti pertama, fokus mencermati peta potensi SDM ASN yang ada di bawah Eselon II Pemprov Sulut yang sudah matang plus berprestasi seperti jajaran kepala bidang dan kepala bagian serta sekretaris dinas atau badan,” terangnya.
Langkah lainnya, kata Tumbelaka, yakni mencermati peta SDM ASN di kabupaten/kota yang layak ditarik ke Pemprov Sulut. Seperti di Minahasa ada Sekda Lynda Watania yang dulu adalah pejabat teras Pemprov Sulut dan Asisten I Setda Reviva Maringka. Minahasa Selatan ada Sekda Gledy Kawatu sebelumnya pejabat teras di Pemprov Sulut.
Ada pula pejabat dari Minahasa Utara (Minut), yakni Sekda Novly Wowiling yang pernah jadi pejabat di Pemprov Sulut, lalu ada Stella Safitri yang merupakan Kadis Kesehatan Minut yang sukses atasi stunting sehingga menjadi penurunan terbaik nasional. Lalu Arnolus ‘Didi’ Wolayan yang telah pernah menjadi Plt Sekda Minut. Ada Theo Lumingkewas dari Kepala BPBD Minut. Sekda Kota Tomohon Edwin Roring yang pernah menjadi pejabat di Pemprov dan pernah Sekda Kabupaten Sangihe patut menjadi perhatian. Serta Kadis Sosial Rollies Rondonuwo dan Jeffrey Mongdong Kepala Bapenda di Pemkot Manado.
“Di atas itu semua dalam mempercayakan pejabat guna mengisi posisi yang ada sebaiknya tanpa embel-embel titipan politik atau jatah-jatahan. Ini berpotensi kontra produktif dan merusak tatanan birokrasi,” pungkas pengamat yang juga putera bungsu dari gubernur pertama Sulut ini.(sco/*)

