BASISBERITA.COM, Manado – Nama mantan Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara (Sulut), Conny Lolita Rumondor, resmi masuk dalam jajaran Komisaris Independen PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina. Penunjukan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar, pada Rabu (27/8/2025).
Masuknya Conny Rumondor ke jajaran komisaris PGN mengejutkan publik Sulut. Sebelumnya, ia juga pernah dipercaya sebagai anggota Dewan Pengawas Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, Taufik M Tumbelaka, menilai bahwa penunjukan Conny adalah sesuatu yang wajar.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Conny Lolita Rumondor menurut saya wajar. Selain dinilai memiliki kapasitas untuk menjalankan tugas sebagai Komisaris Independen di PGN, ia juga dianggap memiliki kontribusi besar dalam kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres di Sulut serta membawa hasil positif bagi Partai Gerindra pada Pileg saat itu. Saat itu, ia menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Sulut,” ujar Tumbelaka, alumnus Fisipol UGM Yogyakarta, Kamis (28/8/2025).
Tumbelaka menambahkan bahwa keberhasilan Conny tak lepas dari peran strategisnya dalam membangun koalisi politik lintas partai di Sulut.
“Dalam Pilpres lalu, Conny menjadi salah satu motor utama koalisi lintas partai bersama Ketua Partai Golkar Sulut, Christiany E Paruntu, dan tokoh-tokoh lainnya. Hasil kerja keras mereka terbukti, di mana suara untuk Prabowo Subianto di Sulut mencatat persentase tertinggi secara nasional. Pada saat bersamaan, Partai Gerindra Sulut juga mencatat lonjakan signifikan dalam perolehan suara pada Pileg. Sebagai Ketua Gerindra saat itu, peran Conny tentu dianggap signifikan. Jadi, posisi yang didapatnya sekarang tidak bisa dilepaskan dari rekam jejak dan capaian tersebut,” jelas Tumbelaka.(sco/*)

