BASISBERITA.COM, Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meninjau perkembangan revitalisasi Museum Daerah Sulut, pada Rabu (26/11/2025).
Museum Daerah Sulut tersebut memang sedang diperbaiki. Di mana, sebelumnya museum ini sempat viral karena akan dijual. Menteri Menteri Fadli Zon mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, khusus Gubernur Yulius yang berkomitmen membenahi museum tersebut.
“Saya ingat museum ini sempat viral, bahkan ada isu hendak dijual. Saya bahkan pernah menyurati pemerintah sebelumnya bahwa jika tidak diurus oleh Pemprov Sulut, biarlah pemerintah pusat yang mengambil alih,” kenang Menteri Fadli Zon.
Namun, Menteri patut bersyukur kepada Yulius Selvanus. Semenjak dilantik sebagai gubernur, ia langsung menunjukkan komitmen yang luar biasa.
“Hari ini kita melihat rencana museum yang sudah sangat matang,” sambungnya.
Menteri Fadli menekankan bahwa museum memiliki peran strategis yang melampaui sekadar tempat penyimpanan artefak. Namun, museum sebagai ruang budaya yang hidup, sarana edukasi, pusat kegiatan seni, dan bagian penting dari ekonomi budaya.
Menurutnya, di negara lain, museum telah menjadi destinasi wisata yang mampu menghasilkan pendapatan signifikan. Ia menjabarkan model bisnis museum yang ideal 30 persen pemasukan dari tiket, 20 persen dari bantuan pemerintah dan 50 persen dari penjualan merchandise, suvenir, kafe, restoran, atau pelaku UMKM.
Ia pun berharap Museum Sulut dapat diangkat sebagai ikon budaya dan destinasi wisata baru. Dalam rencana pemaparan alur cerita (storyline), museum ini akan menampilkan perjalanan sejarah Sulut, mulai dari masa prasejarah hingga keberagaman budaya modern.
Menteri juga menyinggung potensi temuan penting, yaitu fosil Stegodon, nenek moyang gajah yang diperkirakan berusia sekitar dua juta tahun. Fosil tersebut saat ini tersimpan di museum yang ada di Bandung.
“Jika Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berminat untuk mengajukan surat permohonan, sangat mungkin fosil tersebut bisa dibawa kembali ke sini,” ujarnya.
Progres revitalisasi Museum Provinsi Sulut sendiri saat ini telah mencapai 50 persen yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025. Revitalisasi ini kiranya mampu mengubah museum menjadi ruang budaya modern, inklusif dan berdaya tarik tinggi bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara ke Sulut.(sco/*)

