Pemerintahan Pendidikan

Gubernur Yulius Selvanus Dorong Mahasiswa Sulut jadi Inisiator Riset Pembangunan Berkelanjutan

BASISBERITA.COM, Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus membuka Liga Debat Mahasiswa Sulut 2025 di Hotel Luwansa Manado, Kamis (27/11/2025).

Ia mengapresiasi kegiatan bertemakan “Menenun Masa Depan Ekonomi Biru dan Hijau: Peran Mahasiswa Sulawesi Utara dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan” yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado dan Universitas Manado itu. Karena hal ini selaras dengan visi misi Gubernur Sulut.

Kehadiran Gubernur Sulut dalam acara debat ini bukan tanpa alasan. Yulius ingin melihat langsung potensi besar dalam diri mahasiswa, khususnya dalam kemampuan berpikir kritis yang tetap berpegang pada etika.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius memaparkan visi kunci pembangunan daerah yang berlandaskan pada fondasi ekonomi hijau dan ekonomi biru. Strategi ini diwujudkan melalui akselerasi hilirisasi sumber daya alam, penguatan kewirausahaan di tingkat lokal dan peningkatan jangkauan konektivitas antardaerah.

Gubernur menjelaskan bahwa ekonomi hijau fokus pada pembangunan dengan jejak karbon minimal, efisiensi sumber daya, serta inklusivitas sosial. Sementara itu, ekonomi biru adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan, selaras dengan besarnya potensi perairan Sulut.

“Kebijakan ini tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan. Tujuannya adalah memperkuat daya tahan daerah terhadap dampak perubahan iklim, menjaga harmoni sosial, dan mengukuhkan kontribusi Sulut dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Yulius.

Gubernur Yulius menambahkan bahwa pemerintah daerah menaruh harapan besar pada mahasiswa sebagai motor perubahan.

Mahasiswa diminta untuk mengarahkan kegiatan riset pada empat area strategis, yakni Penelitian Kelautan dan wilayah pesisir; Pengembangan Lingkungan dan energi terbarukan; Pariwisata yang berkelanjutann dan Tata kelola sumber daya alam.

“Hasil studi kalian dapat berfungsi sebagai rekomendasi penting untuk kebijakan publik serta menciptakan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan daerah,” kata gubernur.

Dirinya mengharapkan mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menyelenggarakan kampanye edukasi, gerakan komunitas dan literasi digital. Mereka juga dituntut untuk melahirkan unit usaha kreatif yang ramah lingkungan, seperti penerapan konsep ekonomi sirkular atau pengembangan bisnis pesisir yang lestari.

Gubernur Yulius menilai Liga Debat Mahasiswa bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah ‘alat diagnosis’ bagi pemerintah.

“Forum ini adalah tempat kami menangkap perspektif kritis, memperkaya sudut pandang, dan menguji seberapa tangguh arah kebijakan daerah yang kami susun dari kacamata generasi muda,” jelasnya.

Mengakhiri paparannya, Yulius menyerukan optimisme dan kolaborasi, menegaskan bahwa masa depan Sulut harus diwarnai dengan nuansa yang lebih hijau, lebih biru dan berkelanjutan.

“Transformasi menuju pembangunan berkelanjutan ini hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dunia akademis, dan terutama semangat dari pemuda,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam laporannya, Ketua Panitia, Putri Silaban, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 25 mahasiswa utusan dari berbagai kampus di Sulut. Dari jumlah tersebut, 16 mahasiswa lolos ke babak debat selanjutnya.(sco)

Baca Juga

Gubernur Sulut Copot Oknum Staf Khusus yang Terseret Kasus Kekerasan Seksual

Basis Berita

Tutup Pertemuan Dewan Gereja-Gereja Sedunia, Steven Kandouw Promosi Potensi Sulut

Basis Berita

Beribadah di Jemaat GMIM Bethesda Taas, Olly Dondokambey: Topang Menopang Hadapi Persoalan

Basis Berita