Ekonomi

Ekonomi Sulut 2025 Tumbuh 5,66 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang

BASISBERITA.COM, Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) memanfaatkan momentum kegiatan Refreshment Wartawan yang dirangkaikan dengan Kick Off 3rd Festival Jurnalistik 2026 untuk memaparkan perkembangan ekonomi daerah serta proyeksi tahun mendatang.

Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menyampaikan sejumlah isu strategis guna membangun kesamaan pemahaman antara Bank Indonesia dan insan pers. Menurutnya, peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kebijakan dan perkembangan ekonomi secara tepat, berimbang, dan terkini kepada masyarakat.

Dalam paparannya dijelaskan, ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan IV 2025 tumbuh 5,95 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang tercatat 5,39 persen (yoy).

Secara kumulatif sepanjang 2025, ekonomi Sulut mampu tumbuh 5,66 persen, melampaui capaian nasional sebesar 5,11 persen. Capaian ini memperlihatkan daya tahan dan konsistensi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Selama tiga tahun terakhir, kontribusi ekonomi Sulawesi Utara menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten,” kata Supratikto.

Lebih jauh, ungkap Supratikto, dari sisi pengeluaran, akselerasi pertumbuhan Sulut pada Triwulan IV 2025 didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

“Peningkatan belanja masyarakat terjadi seiring momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), perayaan Natal, serta periode libur akhir tahun,” tuturnya.

Selain konsumsi, investasi juga mencatatkan peningkatan, khususnya dari Penanaman Modal Asing (PMA). Investasi asal Singapura menjadi salah satu faktor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut.

Berdasarkan lapangan usaha, sektor transportasi menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Kinerja sektor ini terdorong oleh meningkatnya mobilitas dan kunjungan wisatawan mancanegara.

Lonjakan kunjungan tersebut tidak terlepas dari pembukaan sejumlah rute penerbangan internasional baru dari Manado menuju Shanghai dan Shenzhen di Tiongkok, serta ke Korea Selatan melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi.

“Penambahan konektivitas ini berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi pendukung lainnya,” tukas Supratikto.(sco)

Baca Juga

BI Sulut Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Kebutuhan Masyarakat Jelang Nataru

Basis Berita

BI Sulut Sebut Efisiensi Anggaran Berdampak Positif

Basis Berita

Terobosan Luar Biasa, Wagub Steven Kandouw Lepas Pelayaran Perdana Kargo SITC

Basis Berita