Ekonomi

Tekan Inflasi, Tomohon Gandeng Bone Bolango Perkuat Pasokan Pangan

BASISBERITA.COM, Tomohon – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kota Tomohon menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dirangkaikan dengan kerja sama antar daerah (KAD) bersama Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (22/4/2025). Kegiatan ini menjadi wujud sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan dipimpin Walikota Tomohon, Caroll Senduk, dan dihadiri Bupati Bone Bolango Ismet Mile, Wakil Walikota Tomohon Sendy Rumajar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (Sulut) Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo Bambang Satya Permana, perwakilan Biro Perekonomian Mario Piyoh, Kepala BPS Kota Tomohon Ika Oktaria Gaib, Kepala Dinas Pertanian Bone Bolango Roswaty Agus, serta anggota TPID dari Sulut dan Gorontalo.

Dalam sambutannya, Caroll Senduk menegaskan bahwa inflasi merupakan persoalan sistematis yang membutuhkan pengendalian dari sisi pasokan (supply) dan permintaan (demand) secara seimbang. Menurutnya, upaya pengendalian inflasi harus didukung inovasi, sinergi kebijakan, serta kesinambungan kompetensi dari seluruh pemangku kepentingan.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antar daerah (KAD) dalam menjamin ketersediaan pangan dan memperpendek rantai pasok guna menjaga stabilitas harga.

“Kami berharap kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Tomohon dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dapat segera ditindaklanjuti secara konkret,” ujarnya.

Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, dalam kesempatan tersebut memaparkan sejumlah program unggulan daerahnya yang berfokus pada pengendalian harga dan ketersediaan pangan. Salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya cabai.

Ia juga menjelaskan model pengembangan kawasan perdesaan terintegrasi berbasis komoditas strategis yang diharapkan menjadi sentra produksi pangan. Model ini dinilai mampu mengoptimalkan rantai pasok dan distribusi lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian dan agrowisata.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menyampaikan bahwa tingkat inflasi di Sulut relatif terkendali, meski beberapa komoditas masih berpotensi mengalami fluktuasi harga.

Ia mengungkapkan bahwa pada 2026, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) bertransformasi menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan serta sinergi pusat dan daerah yang lebih terintegrasi.

Untuk itu, Kota Tomohon didorong memperkuat pengendalian pasokan dan harga melalui optimalisasi Gerakan Pangan Murah dan Inspeksi Mendadak (Sidak) pasar. Selain itu, peningkatan produktivitas pertanian juga perlu dilakukan melalui penguatan kelembagaan petani, antara lain lewat program PATUA dan WANUA, guna menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis.

Kegiatan HLM TPID ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama serta perjanjian kerja sama antar daerah. Kerja sama tersebut mencakup komoditas sayuran hortikultura dari Pemerintah Kota Tomohon, serta pasokan beras, tomat, dan cabai rawit dari Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di kedua daerah.(sco/*)

Baca Juga

Tekan Inflasi, Gubernur Yulius Selvanus Hadirkan GPM di Kota Bitung

Basis Berita

HLM TPID dan TP2DD Digelar di Minut, Begini Harapannya

Basis Berita

Perjalanan Mama Sariat Tole, Seniman Kain Tenun Ikat Alor Berkualitas Ekspor

Basis Berita