Pendidikan

Tetengkoren Menggema, Perkemahan Kreatif Pemuda Wilayah Kakaskasen 2026 Resmi Dimulai

BASISBERITA.COM, TOMOHON — Suara tetengkoren yang menggema Di Bawah Kaki Gunung Lokon, Selasa (30/6), menjadi penanda dimulainya Perkemahan Kreatif Pemuda Wilayah Kakaskasen Tahun 2026. Lebih dari sekadar seremoni pembukaan, denting alat musik tradisional Minahasa itu menjadi simbol lahirnya tekad bersama untuk membentuk generasi muda gereja yang berani melangkah, bertumbuh dalam iman, dan siap menjawab tantangan zaman.

Perkemahan yang berlangsung mulai dari tanggal 30 juni hingga 4 Juli 2026 ini menghadirkan pemuda dari lima dari tujuh jemaat di Wilayah Kakaskasen dalam sebuah ruang pembinaan yang memadukan kehidupan spiritual, penguatan karakter, pengembangan kreativitas, serta kepemimpinan. Selama lima hari, para peserta diajak tidak hanya membangun relasi dengan sesama, tetapi juga memperdalam panggilan mereka sebagai pelayan Kristus di tengah masyarakat

Wakil Ketua 1 Panitia, Andreas Manopo

Suasana penuh kekeluargaan juga terasa dalam sambutan selamat datang yang disampaikan Wakil Ketua I Panitia, Andreas Manopo, mewakili Ketua Panitia Feliks Radangkilat. Ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh jemaat, panitia, peserta, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, dan doa sehingga perkemahan dapat terselenggara dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Manopo membacakan laporan pelaksanaan kegiatan yang menjelaskan latar belakang penyelenggaraan, tujuan, rangkaian agenda, hingga kesiapan panitia selama lima hari pelaksanaan. Ia menegaskan bahwa perkemahan dirancang bukan hanya sebagai kegiatan tahunan, melainkan sebagai proses pembentukan karakter dan kepemimpinan yang mampu melahirkan pemuda gereja yang kreatif, bertanggung jawab, dan memiliki semangat pelayanan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Kakaskasen, Pdt. Julien Sagai Karwur, S.Th. Dalam perenungannya, ia mengingatkan bahwa pemuda gereja dipanggil untuk menjadi pribadi yang tetap teguh dalam iman, mampu menjaga persaudaraan, serta menghadirkan pengharapan di tengah perubahan zaman yang terus bergerak dinamis

Prosesi pembukaan kemudian ditandai dengan pemukulan Tetengkoren, simbol budaya Minahasa yang merepresentasikan persatuan, semangat kebersamaan, dan awal dari sebuah karya pelayanan. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa nilai-nilai budaya dan iman dapat berjalan beriringan dalam membentuk identitas generasi muda gereja.

Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Wilayah Kakaskasen, Pnt. Donny Karundeng, dalam sambutannya menegaskan bahwa perkemahan merupakan investasi pelayanan bagi masa depan gereja. Menurutnya, setiap peserta dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang berintegritas, tangguh, serta mampu menghadirkan kesaksian hidup di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pnt.Rendy Lala (Kiri), Pnt. Donny Karundeng (Kanan)

Sementara itu, Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Jemaat GMIM Kakaskasen Pniel, Pnt. Rendy Lala, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Ia berharap semangat kolaborasi yang terbangun selama perkemahan terus terpelihara dalam pelayanan di masing-masing jemaat.

Mengusung tema “Generasi yang Berani Berbeda, Kuat, Tangguh, dan Penuh Pengharapan,” perkemahan ini diikuti oleh peserta dari GMIM Kakaskasen Maranatha, GMIM Kakaskasen Eben Haezer, GMIM Kakaskasen Pniel, GMIM Kakaskasen Bait-El, dan GMIM Pniel Kayawu.

Beragam agenda telah disiapkan panitia, mulai dari pembinaan kerohanian, pelatihan kepemimpinan, pengembangan kreativitas, aksi sosial lingkungan, hingga kegiatan kebersamaan yang bertujuan membentuk pribadi-pribadi muda yang adaptif, visioner, dan memiliki kepedulian terhadap gereja maupun masyarakat.

Lebih dari sekadar pertemuan pemuda, Perkemahan Kreatif Pemuda Wilayah Kakaskasen Tahun 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi pelayan yang tidak takut tampil berbeda karena berakar kuat dalam iman. Dari Bumi Perkemahan Pemuda Wilayah Kakaskasen, semangat itu diharapkan terus bertumbuh, melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang setia melayani, membawa damai, dan menjadi terang bagi gereja, masyarakat, serta bangsa.(AP)

Baca Juga

Pesan Wagub Steven Kandouw bagi Lulusan SMA Negeri 7 Manado: Berguna bagi Diri Sendiri serta Bangsa dan Negara

Basis Berita

Sulut Riset dan Inovasi Expo Ditutup, Gubernur Yulius Selvanus Janji Perkuat Dukungan bagi Inovator Daerah

Basis Berita

Boy Rompas: Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia Murni untuk Pelayanan Kasih Bukan Kepentingan Politik

Basis Berita