Ekonomi Pemerintahan

Gelar GPM, Pemprov-BI Sulut Sinergi Jaga Inflasi Jelang Idul Fitri

BASISBERITA.COM, Manado – Gerakan Pangan Murah (GPM) dihadirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Bi) Provinsi Sulut, Pemerintah Kota Manado dan sejumlah instansi.

Kegiatan yang digelar di Masjid Nur Muhammad, Kelurahan Sumompo, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Jumat (7/3/2025) ini untuk stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 Hijriah.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang turut hadir pada kegiatan GPM ini merupakan yang pertama dilakukan Pemprov Sulut tahun 2025.

Sementara Pemerintah Kota Manado sendiri sudah dilakukan 10 hari terakhir. Pada kesempatan itu, Gubernur Sulut memberikan secara simbolis cadangan beras kepada Wali Kota Manado Andrei Angouw yang mewakili Wali Kota maupun Bupati se-Sulut.

“Beras cadangan yang kita bagi-bagi ke 15 kabupaten kota totalnya sebanyak 3 ton lebih. Secara simbolis sudah diserahkan ke Wali Kota Manado mewakili 15 kabupaten kota,” ungkap Gubernur Yulius.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menjaga inflasi di Sulut terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sebab biasanya mendekati lebaran inflasinya bisa sangat tinggi.

“Sehingga pemerintah betul-betul menjaga, mengawasi dan mengontrol semua harga-harga ini. Jangan sampai kebutuhan meningkat, terus stoknya menghilang, ini berbahaya bagi ekonomi Sulut. Makanya pemerintah hadir dengan pasar-pasar murah supaya kestabilan harga terjaga,” tukasnya.

Gubernur pun mendorong walikota dan bupati se Sulut mengadakan operasi pasar di wilayahnya masing-masing. Seraya menambahkan untuk mengawasi operasi pasar tersebut melibatkan pihak kepolisian.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulut Andry Prasmuko, mengatakan Provinsi Sulut bersiap menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri. GPM, sambung Prasmuko, adalah salah satu upaya bersama untuk menjaga kebutuhan bahan makanan pokok masyarakat agar terpenuhi dengan harga yang wajar.

“Untuk pasokan Insha Allah cukup, sepanjang masyarakat berbelanja dengan bijak, tidak melakukan aksi memborong apa saja,” tuturnya.

Ia mengaku sampai dengan minggu ini, harga-harga masih berfluktuasi sesuai dinamika di pasar, namun masih dalam batas toleransi.

“Pastinya kami TPID Sulut maupun kabupaten/kota tetap mengawasi perkembangan harga ini,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Tim Penggerak PPK Sulut Anik Fitri Wandriani, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Steve Kepel, Walikota Andrei Angouw, Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Kapolda Sulut, Kapolresta Manado, dan sejumlah pejabat lainnya.(sco/*)

Berikut harga pangan yang dijual di GPM:

Beras Merpati 5 Kg, harga Rp58.000, stok 270 Kg

Minyak Goreng Rp12.700 Per Liter, stok 20 dus

Gula Pasir Rp12.500 Per Kg, stok 150 Kg

Bawang Merah Rp39.000 Per Kg, stok 68 Kg

Bawang Putih Rp40.000 Per Kg, Stok 72 Kg

Daging Ayam Rp34.000 Per Ekor (berat 9 Ons-1 Kg)

Daging Sapi Rp115.000 Per Kg

Cabe Rawit Mewar Rp60.000 Per Kg

Tomat Rp14.000 Per Kg

Baca Juga

Wali Kota Tomohon Lantik Tim Pembina Posyandu Periode 2025–2030

Andreas Poluan

Komitmen Kelola Keuangan Daerah Secara Akuntabel, Wagub Steven Kandouw Hadiri Rakor LKKL-LKPD 2022 di Jakarta

Basis Berita

Wagub Victor Mailangkay Dukung SP2D Online: Wujudkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Akuntabel

Basis Berita