Ekonomi

Komisi III DPRD Tomohon Dan DEKRANASDA Sepakat Dorong Batik Sebagai Identitas Ekonomi Kreatif Daerah

BASISBERITA.COM, Tomohon – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kota Tomohon menggelar rapat koordinasi strategis yang berlangsung di Ruang Rapat I Kantor DPRD Kota Tomohon, Selasa (3/3/2026). Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi kebijakan dalam memperkuat pengembangan batik daerah sebagai salah satu produk unggulan berbasis ekonomi kreatif.

Mungkin gambar mimbar dan teks

Rapat tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi forum dialog untuk menyatukan arah kebijakan antara lembaga legislatif dan organisasi pendamping UMKM daerah dalam memperkuat ekosistem kerajinan lokal, khususnya batik Tomohon.

Dalam pembahasan, sejumlah poin strategis mengemuka, di antaranya terkait arah kebijakan serta kebutuhan regulasi pendukung untuk pengembangan batik daerah. Komisi III DPRD menekankan pentingnya perangkat kebijakan yang mampu memberikan ruang tumbuh bagi para perajin, baik dari sisi produksi, pemasaran, hingga perlindungan usaha.

Selain itu, rapat juga mengidentifikasi kebutuhan dukungan anggaran serta fasilitasi pembinaan berkelanjutan bagi pelaku UMKM batik. Dukungan ini dipandang sebagai faktor penting untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus daya saing produk lokal di tingkat regional maupun nasional.

Isu lain yang turut dibahas adalah dorongan penggunaan batik daerah dalam berbagai kegiatan resmi pemerintahan dan masyarakat. Langkah ini dinilai sebagai strategi internalisasi budaya sekaligus penguatan identitas daerah melalui produk lokal.

Mungkin gambar belajar dan teks yang menyatakan 'DPRDKOTAT Τo DPRD KOTA JILLY GABRIR'

DEKRANASDA Kota Tomohon dalam kesempatan tersebut memaparkan arah program kerja tahun 2026 yang akan lebih difokuskan pada pengembangan UMKM, khususnya sektor kerajinan batik. Penguatan kapasitas perajin, peningkatan desain, serta perluasan pasar menjadi prioritas utama dalam agenda kerja ke depan.

Salah satu strategi yang disoroti adalah pentingnya promosi dan pemasaran batik daerah secara berkelanjutan, termasuk pemanfaatannya dalam berbagai event besar di Kota Tomohon seperti Tomohon International Flower Festival (TIFF). Event tersebut dinilai sebagai panggung strategis untuk memperkenalkan batik Tomohon kepada pengunjung lokal maupun mancanegara.

Komisi III DPRD Kota Tomohon menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi anggaran dan pengawasan secara optimal, terutama dalam mendukung program-program DEKRANASDA yang berada di bawah pembinaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Sinergi antara legislatif dan DEKRANASDA ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kebijakan yang bersifat formal, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat, khususnya pelaku UMKM batik di Kota Tomohon.

Dengan arah kebijakan yang semakin terstruktur, batik Tomohon diharapkan tidak sekadar menjadi produk kerajinan, melainkan simbol identitas budaya sekaligus motor penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing.(AP)

Baca Juga

KAD Tomohon-Parigi Moutong-Sidenreng Rappang, BI Dukung Penguatan Stabilitas Harga dan Ekonomi Regional

Basis Berita

Tantangan Keberlanjutan Pertanian di Sulut

Basis Berita

Pemprov Sulut Gelar GPM, Anik Wandriani Tekankan Komitmen Jaga Harga Pangan

Basis Berita