Uncategorized

REFLEKSI JUMAT AGUNG 2026: SEKRETARIS DPRD TOMOHON AJAK INTERNALISASI NILAI PENGORBANAN DALAM PELAYANAN PUBLIK

BASISBERITA.COM, Tomohon — Suasana peringatan Jumat Agung Tahun 2026 di lingkungan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon diwarnai dengan pesan reflektif yang menekankan nilai spiritualitas, integritas, dan pengabdian dalam pelayanan publik. Momentum sakral umat Kristiani tersebut dimaknai bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan ruang kontemplasi untuk memperkuat etos kerja aparatur pemerintahan.

Sekretaris DPRD Kota Tomohon, Steven Waworuntu, SSTP, MAP,  menyampaikan ucapan selamat memperingati Jumat Agung kepada seluruh umat Kristiani, khususnya jajaran sekretariat dan keluarga besar DPRD Kota Tomohon. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya menjadikan peristiwa wafatnya Yesus Kristus sebagai inspirasi moral dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Menurutnya, nilai utama yang terkandung dalam Jumat Agung adalah keteladanan tentang kerendahan hati, pengorbanan, serta ketulusan dalam melayani tanpa mengharapkan imbalan. Nilai-nilai tersebut, kata dia, sangat relevan dengan tantangan birokrasi modern yang menuntut profesionalitas sekaligus empati terhadap masyarakat.

“Jumat Agung mengajarkan kita tentang bagaimana pengorbanan menjadi fondasi dari kasih yang sejati. Nilai ini harus kita hidupkan dalam setiap tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat, agar apa yang kita lakukan benar-benar memberi manfaat bagi kemajuan Kota Tomohon,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (3/4/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peringatan keagamaan seperti Jumat Agung tidak hanya berhenti pada dimensi spiritual personal, tetapi juga harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial di lingkungan kerja maupun masyarakat luas. Ia mendorong seluruh aparatur di Sekretariat DPRD untuk terus menjaga harmoni, meningkatkan disiplin, dan memperkuat komitmen terhadap pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Dalam konteks Kota Tomohon yang dikenal sebagai salah satu kota religius di Sulawesi Utara, Waworuntu juga berharap agar perayaan Paskah 2026 dapat menjadi perekat kebersamaan lintas iman dan sosial. Ia menilai, keberagaman yang ada di tengah masyarakat harus terus dirawat sebagai kekuatan dalam membangun daerah.

“Harapan kami, suasana Paskah tahun ini membawa damai sejahtera bagi seluruh masyarakat. Kita semua dipanggil untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta berjalan bersama dalam semangat pembangunan,” tambahnya.

Di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Tomohon sendiri, momentum Jumat Agung dimaknai sebagai pengingat pentingnya integritas aparatur. Sejumlah staf menyambut pesan reflektif tersebut sebagai dorongan moral untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, peringatan Jumat Agung 2026 tidak hanya menjadi peristiwa religius tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi kolektif bagi aparatur pemerintah untuk memperbarui komitmen pengabdian, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis di Kota Tomohon.(AP)

Baca Juga

Walikota Caroll Senduk Dorong Peningkatan Penyelenggaraan Pemerintahan

Basis Berita

Wali Kota Resmikan Pastori GMIM Siloam Tara-tara, Momentum HUT ke-35 Jemaat

Andreas Poluan

Komisi II DPRD Tomohon Turun Lapangan Bahas Alih Fungsi Lahan di Woloan Satu Utara dan Tara-Tara Dua

Andreas Poluan