BASISBERITA.COM, Tomohon — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kota Tomohon , Selasa (27/1/2026) diwarnai respons cepat pemerintah daerah terhadap insiden kesehatan yang menimpa sejumlah siswa. Usai mengikuti upacara resmi, Wali Kota Tomohon bersama Wakil Wali Kota dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung bergerak mengunjungi para pelajar yang tengah dirawat akibat dugaan keracunan makanan.
Kunjungan difokuskan di RSUD Anugerah Tomohon, yang menjadi salah satu lokasi utama penanganan korban. Di rumah sakit tersebut, rombongan memantau kondisi siswa sekaligus berkoordinasi dengan tenaga medis terkait perkembangan penanganan pasien. Selain itu, sebagian korban lainnya juga diketahui menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan berbeda, yakni RS Gunung Maria, RS Bethesda, serta RS Siloam Sonder.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota dan rombongan tidak hanya melihat kondisi pasien dari dekat, tetapi juga berdialog dengan pihak manajemen rumah sakit guna memastikan layanan medis berjalan optimal. Pemerintah daerah menekankan pentingnya penanganan cepat dan tepat bagi seluruh korban, mengingat mayoritas pasien merupakan anak usia sekolah.
Wali Kota Tomohon menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik merupakan prioritas utama pemerintah. “Kami berharap seluruh siswa yang saat ini dirawat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah kota memastikan akan melakukan penelusuran menyeluruh terkait sumber dugaan keracunan makanan tersebut. Langkah koordinasi lintas sektor, termasuk dengan dinas kesehatan dan pihak terkait lainnya, segera dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian.
Tak hanya fokus pada penanganan korban, Pemkot Tomohon juga menyiapkan langkah preventif guna mencegah insiden serupa terulang. Pihak sekolah serta penyedia makanan di lingkungan pendidikan diimbau untuk meningkatkan standar kebersihan, keamanan, dan kelayakan konsumsi makanan bagi siswa.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi makanan di sekolah. Pemerintah berharap seluruh pihak dapat lebih waspada dan bertanggung jawab dalam memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak aman dan higienis.
Hingga saat ini, kondisi para siswa dilaporkan terus dipantau oleh tim medis, sementara pemerintah daerah menunggu hasil investigasi lebih lanjut untuk menentukan langkah berikutnya.(AP)

