Pemerintahan

PKK Sulut Tekankan Pentingnya Pengelolaan Keuangan Keluarga di Era Tantangan Kompleks

BASISBERITA.COM, Manado – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulawesi Utara (Sulut) Anik Fitri Wandriani melalui Wakil Ketua, Merry Kalalo membuka Sosialisasi dan Promosi Tentang Pembedayaan Ekonomi serta Pengelolaan Keuangan Keluarga di Ruang FJ Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut, pada Jumat (14/11/2025).

Sosialisasi ini diikuti Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil-KB) Daerah Sulut, Chrstodharma Sondakh, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut dr Jeanny Yola Winokan serta pengurus dan kader TP-PKK dari kabupaten/kota se-Sulut.

Dalam sambutannya, Kalalo mengatakan kegiatan ini merupakan sinergi antara pemerintah daerah dan TP-PKK dalam mendukung program Bangga Kencana, khususnya dalam hal pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Sebagaimana kita pahami bersama, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter, nilai dan kesejahteraan sosial bangsa,” kata dia mengawali sambutan.

Menurutnya, salah satu faktor kunci mewujudkan keluarga yang tangguh dan mandiri adalah pemberdayaan ekonomi keluarga.

“Kalau ekonomi keluarga kuat, kualitas hidup keluarga juga meningkat dan pada akhirnya berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan salah satu fokus utama PKK adalah pemberdayaan ekonomi keluarga. Akan tetapi, karena perkembangan zaman saat ini makin kompeks tantangannya.

“Pemberdayaan ekonomi keluarga kini perlu disertai dengan kemampuan mengelola keuangan keluarga secara cerdas, produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan era modern saat ini, pemberdayaan ekonomi keluarga tak bisa dipisahkan dari kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan pemanfaatan teknologi digital.

“Untuk itu, kita harus mampu mendorong keluarga untuk berani berinovasi, memanfaatkan platform digital dan tetap mempertahankan nilai-nilai ekonomi keluarga yang berlandaskan pada kebersamaan dan gotong royong,” tukasnya.

Ia pun berharap para peserta sosialisasi ini khususnya para pengurus dan kader PKK, dapat memahami dan mengimplementasikan strategi pengelolaan ekonomi keluarga yang baik.

“Keluarga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang berdaya, kreatif dan inovatif,” terangnya.(sco)

Baca Juga

Berikut Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Penurunan Stunting di Sulut

Basis Berita

Gubernur Yulius Selvanus Minta Fokus pada Transparansi dan Efektivitas Keuangan Daerah

Basis Berita

Wagub Steven Kandouw Apresiasi THL Pemprov Sulut Lulusan S2

Basis Berita