BASISBERITA.COM, Manado – Harapan masyarakat, khususnya para pelajar di Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), akhirnya terjawab dengan mulai beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ongkaw 1, Selasa (24/2/2026).
Unit pelayanan ini berada di bawah naungan Yayasan Manguni Aksi Delapan Lima dan menjadi bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui, sekaligus menekan angka stunting menuju visi Indonesia Emas 2045.
Peresmian SPPG Ongkaw 1 dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Minsel Theodorus Kawatu. Sebelum seremoni, kegiatan diawali dengan ibadah pentahbisan yang dipimpin Ketua Wilayah GMIM Sinonsayang, Pdt Ineke Jety Akay, MTh.
Dalam sambutannya, Kawatu yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Pelaksanaan MBG Kabupaten Minahasa Selatan menegaskan pentingnya menjalankan operasional dapur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
“Saya menekankan agar SPPG ini dijalankan sesuai SOP yang telah ditetapkan oleh BGN, sehingga kualitas makanan dan pelayanan benar-benar terjaga sesuai standar kesehatan dan gizi,” ujar Kawatu.
Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap SOP menjadi kunci untuk menjaga mutu makanan dan memastikan standar kesehatan serta nilai gizi terpenuhi dengan baik.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG Ongkaw 1 dengan fasilitas yang memadai merupakan langkah strategis dalam memperkuat pemenuhan gizi anak di daerah tersebut. Program ini diharapkan memberi dampak nyata terhadap penurunan stunting serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Mewakili Yayasan Manguni Aksi Delapan Lima, Vecky Palit, menjelaskan bahwa proses pembangunan dapur berlangsung sekitar tiga bulan dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Dalam tahap operasional, SPPG Ongkaw 1 akan melibatkan kurang lebih 47 relawan yang seluruhnya berasal dari Wilayah Sinonsayang.
“Pembangunan dapur ini berjalan sekitar tiga bulan dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Dalam pengoperasiannya, SPPG Ongkaw 1 akan menyerap sekitar 47 orang relawan yang merupakan tenaga kerja lokal di wilayah Sinonsayang,” jelas Palit.
Selain itu, kebutuhan bahan pangan seperti sayuran, ikan, dan daging akan dipasok oleh pelaku UMKM setempat. Langkah ini diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran program gizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Kepala SPPG Ongkaw 1, Edo E Kahimpon, menyatakan komitmennya untuk memastikan seluruh proses pengolahan hingga distribusi makanan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa kualitas dan kebersihan makanan menjadi prioritas utama demi kesehatan para penerima manfaat.
“Kami akan memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP yang ditetapkan BGN, serta menjaga kualitas makanan agar tetap sehat dan bergizi bagi para penerima manfaat,” tegas Kahimpon.
Turut hadir dalam peresmian tersebut sejumlah pejabat daerah, unsur TNI-Polri, perwakilan DPRD, dinas terkait, para kepala sekolah, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Kehadiran SPPG Ongkaw 1 disambut positif sebagai wujud kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Minsel.(sco/*)

