BASISBERITA.COM, Manado – Transformasi digital sektor pembayaran di Sulawesi Utara (Sulut) terus bergerak cepat. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut mencatat lebih dari 95 ribu transaksi menggunakan QRIS yang terjadi selama pelaksanaan dua agenda besar daerah, yakni Putera Puteri Sulut (PPS) 2026 dan Hijrah Sulut Fest 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa sistem pembayaran non-tunai semakin diterima dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pada ajang Putera Puteri Sulut 2026, penggunaan QRIS terlihat dominan melalui mekanisme voting untuk kategori BI Favorit yang berlangsung pada 1–13 Maret 2026. Dalam periode tersebut, tercatat 76.044 transaksi. Tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap metode pembayaran digital, sekaligus memperlihatkan perubahan kebiasaan dalam berinteraksi secara praktis.
Keterlibatan generasi muda juga menjadi salah satu faktor pendorong. Para finalis tidak hanya berkompetisi, tetapi turut berperan sebagai agen edukasi dengan memproduksi konten terkait Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, penggunaan QRIS, serta pentingnya pelindungan konsumen. Konten-konten tersebut berhasil menjangkau lebih dari 180 ribu penonton di media sosial, memperluas pemahaman masyarakat secara lebih santai dan mudah dicerna.
Di sisi lain, aktivitas ekonomi masyarakat juga terdorong melalui penyelenggaraan Wisata Kuliner Ramadhan di kawasan Megamas, Manado. Puluhan pelaku UMKM dilibatkan dengan sistem transaksi sepenuhnya non-tunai. Pengunjung cukup memindai QRIS untuk mendapatkan voucher yang dapat ditukar dengan berbagai produk kuliner yang tersedia.
Menariknya, terdapat pula program Hijaukan Ramadhan Berkah (HIKMAH) yang menggabungkan aspek ekonomi dan kepedulian lingkungan. Dalam program ini, botol plastik bekas dapat ditukar dengan voucher makanan, sehingga mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan transaksi digital.
Rangkaian kegiatan Hijrah Sulut Fest 2026 sendiri tidak hanya berlangsung di Manado, tetapi juga digelar di Kotamobagu dan Bitung melalui konsep Ramadhan Fest dan Zona Bukber. Secara keseluruhan, kegiatan ini menghasilkan sekitar 19 ribu transaksi QRIS dan turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal.
Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Ircham Andrianto Taufick, mengungkapkan bahwa tren penggunaan QRIS di wilayah ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, jumlah transaksi mencapai 9,67 juta dengan nilai Rp1,11 triliun.
“Capaian ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 4,32 juta transaksi dengan nilai Rp540,14 miliar,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran Bank Indonesia dalam berbagai kegiatan masyarakat merupakan langkah strategis untuk memperluas penggunaan QRIS. Pendekatan berbasis event dinilai efektif karena mampu menjangkau masyarakat secara langsung dalam aktivitas keseharian mereka.
“Kami melihat bahwa pendekatan melalui event dinilai efektif dalam mengakselerasi penggunaan pembayaran digital karenalangsung menyentuh aktivitas masyarakat,” tuturnya.
Perkembangan ini menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran tidak lagi sebatas tren, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Sulut. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan transformasi ini terus meluas dan memberikan manfaat yang inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.(sco/*)

