BASISBERITA.COM, Manado – Kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) periode 2026-2031 resmi dilantik di Hotel Sintesa Peninsula, Rabu (13/5/2026). Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.
Momentum tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah PWI Sulut setelah Sintya Bojoh resmi dipercaya memimpin organisasi wartawan itu sebagai ketua perempuan pertama di Bumi Nyiur Melambai.
Dalam sambutannya, Akhmad Munir mengapresiasi jalannya konferensi PWI Sulut yang dinilai penuh dinamika namun tetap menunjukkan semangat kebersamaan untuk membangun organisasi.
Menurutnya, tantangan dunia pers saat ini semakin berat di tengah perkembangan teknologi informasi dan media digital. Karena itu, ia mengingatkan seluruh anggota PWI agar tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan Kode Etik Jurnalistik.
“PWI harus tetap menjadi wadah wartawan profesional dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Munir.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan dukungannya terhadap keberadaan pers yang sehat dan berkualitas.
Ia mengaku tidak anti kritik, namun meminta insan pers tetap mengedepankan etika jurnalistik serta menyajikan informasi berdasarkan data yang akurat.
“Kritik silakan, tetapi jangan sampai menyerang secara pribadi. Pers harus menjaga keseimbangan berita agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh,” kata Yulius.
Gubernur juga menyinggung kerja sama media dengan Pemerintah Provinsi Sulut yang saat ini melibatkan ratusan perusahaan media. Menurutnya, peningkatan kualitas wartawan menjadi hal penting agar media yang bermitra memiliki standar kompetensi yang jelas.
Prosesi pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah jabatan pengurus serta pengesahan Dewan Kehormatan PWI Sulut. Seluruh pengurus menyatakan komitmennya menjalankan amanah organisasi sesuai AD/ART PWI serta menjaga kemerdekaan pers di Indonesia.(sco/*)

