BASISBERITA.COM, Mitra – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Selasa (4/11/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Tata Kelola Pajak dan Retribusi Daerah yang Efektif, Transparan, dan Akuntabel” ini dipimpin langsung oleh Bupati Mitra, Ronald Kandoli, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Joko Supratikto.
Hadir dalam forum tersebut Sekretaris Daerah David Lalandos, Asisten III Setda Elly Sangian, Kepala BPKPD Halens Ole, serta anggota TP2DD dari berbagai perangkat daerah.
Bupati Ronald Kandoli dalam arahannya menegaskan bahwa HLM TP2DD bukan sekadar seremonial, melainkan momentum konsolidasi strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Saya menginstruksikan pemutakhiran data pajak secara masif, serta intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan. Kita harus memperluas pembayaran nontunai melalui QRIS, e-commerce dan internet banking, khususnya pada sektor retribusi pasar, parkir, dan perizinan,” tegas Kandoli.
Bupati juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi dalam pengelolaan pendapatan. Ia mengimbau seluruh jajaran untuk menghilangkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah. Hal ini dinilai krusial untuk meminimalisir potensi kebocoran, membangun kepercayaan publik, serta menyusun rencana aksi yang terukur pasca-HLM.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, mengapresiasi komitmen Pemkab Minahasa Tenggara dalam mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Berdasarkan data Semester I-2026, Indeks ETPD Minahasa Tenggara tercatat mencapai 97,50%, mengalami kenaikan dari periode sebelumnya yang berada di angka 97,25%.
“Capaian ini menempatkan Minahasa Tenggara pada peringkat ke-7 dari 70 kabupaten se-Sulawesi. Ini adalah perkembangan yang sangat positif,” ujar Supratikto.
Meski demikian, Supratikto menyoroti bahwa tantangan ke depan terletak pada aspek realisasi. Ia mendorong Pemkab untuk tidak hanya menyediakan kanal pembayaran, tetapi juga mengoptimalkan penggunaannya secara nyata untuk mendongkrak penerimaan daerah.
Sebagai bentuk motivasi, kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan insentif kepada perangkat daerah dan kecamatan yang berkinerja terbaik dalam penghimpunan pajak dan retribusi melalui kanal digital.
Penghargaan kategori SKPD diberikan kepada RSUD Mitra Sehat, sementara kategori kecamatan diraih oleh Kecamatan Ratahan dan Kecamatan Silian Raya. Apresiasi ini dinilai penting untuk memacu inovasi hingga ke tingkat pelaksana layanan publik di lapangan.
Melalui sinergi yang terus dibangun dengan Bank Indonesia, Pemkab Minahasa Tenggara berkomitmen mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang semakin transparan dan efisien demi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.(sco/*)


