BASISBERITA.COM, Manado – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Andry Prasmuko optimisme Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sulut terus tancap gas.
Diketahui, pada triwulan I tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Sulut sebesar 5,62 persen secara year on year. Sementara rata-rata nasional hanya 4,87 persen.
“Jadi dengan adanya berita-berita internasional, pertumbuhan ekonomi Sulut masih tertahan di atas 5 persen. Bukan berarti aman karena yang lain tumbuh lebih dari 5 persen,” tutur Prasmuko saat Bincang Media Terkait Perkembangan Perekonomian Terkini Sulawesi Utara di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, pada Rabu (28/5/2025).
Bahkan Prasmuko yakin PE Sulut bisa menembus 6 persen. Guna mencapai perekonomian tersebut, ia pun membeberkan faktor pendongkraknya.
“Mendongkrak perekonomian Sulut tumbuh di atas 5 persen atau mungkin 6 persen perlu amunisi, faktor pendongkrak. Di antaranya investasi. Perlu mentrack para penanam modal mau datang ke Sulut,” terangnya.
Investasi yang digarap, kata Prasmuko, lewat sektor pertanian dan perikanan.
“Pertanian bisa kelapa, kopra dan pala. Mungkin ke depan dipertimbangkan beberapa daerah mulai ada coklat dan kopi,” tuturnya.
Selain itu, komoditas yang perlu ditingkatkan adalah padi dan jagung karena keduanya ini penting untuk ketahanan pangan.
“Memang mengolah padi effortnya lebih berat. Kalau jagung mungkin tidak terlalu berat. Tapi ini harus dipertahanakan,” tukasnya.
Komoditas lainnya yang perlu ditingkatkan adalah tomat dan cabe (rica). Sebab, kata Prasmuko, permintaan bahan kebutuhan makanan itu sering kurang di Sulut.
“Selain Sulut permintaan komoditas ini merembet ke Ternate, kemudian ke Sulawesi Tengah maupun Sulawesi Tenggara. Demandnya cukup tinggi terutama daerah tambang,” ungkapnya.
Hal tersebut harus menjadi perhatian khusus bagi pihaknya dan pemerintah daerah.
“Komoditas ke luar daerah satu sisi untungkan petani, tapi sisi lain mendongkrak inflasi di Sulawesi Utara,” ujarnya.
“Jadi untuk pertumbuhan ekonomi Sulut tetap kita dari BI optimis, tapi tetap waspada. Jangan kita terlena,” tukasnya.(sco)

