Ekonomi Pemerintahan

Gubernur Yulius Selvanus Resmikan Kios TPID Maju di Pasar Bersehati untuk Kendalikan Harga Pangan

BASISBERITA.COM, Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Renold Asri, meresmikan Kios TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Maju di Pasar Bersehati, Kota Manado, pada Jumat (12/12/2025).

Kehadiran Kios TPID Maju ini bukan menjadi persaingan usaha. Namun, sebagai tempat untuk menjaga ketersediaan barang, sekaligus pengontrol di pasaran. Di mana, masyarakat bisa mengetahui berapa harga yang benar dari komoditi pangan.

“Kios TPID Maju untuk mencegah harga liar di pasaran,” kata Gubernur Yulius.

Kendati saat ini inflasi Sulut masih terjaga, namun Gubernur Yulius meminta TPID tetap perhatikan gejolak harga serta peningkatan kebutuhan, yang sering terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Tetap waspada! Mengingat kebutuhan masyarakat meningkat. Semua membutuhkan komoditi pangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Renold Asri menegaskan peluncuran Kios TPID Maju berkat sinergi lintas instansi. Ini dilakukan sebagai upaya pengendalian harga agar tetap berada di rentang sasaran inflasi.

“Agar daya beli serta kesejahteraan masyarakat terjaga,” ujarnya.

Ia mengungkap perkemabangan harga di Sulut pada November 2025 yang alami deflasi 0,41% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu dikarenakan berlimpahnya pasokan masa panen.

“Meskipun harga komoditas utama mengalami deflasi, jika kita tarik data yang lebih panjang, pergerakan harga bulanan di Sulut relatif lebih bergejolak, dengan tingkat volatilitas naik dan turun sebesar 0,81%, lebih tinggi dibandingkan volatilitas inflasi bulanan Nasional 0,50%,” terang Asri.

Ia juga membeber Bawang, Rica, Tomat, Beras dan Daging Babi merupakan frekuensi yang tinggi menjadi kontributor top 5 Inflasi/Deflasi (mtm) sejak Januari 2024 hingga November 2025.

Bahkan cabai rawit (rica) dan tomat konsisten muncul setiap bulan sebagai komoditas penyumbang penurunan dan kenaikan harga.

“Tingginya permintaan terhadap kelima komoditas tersebut menjelang Nataru, dapat menyebabkan kenaikan harga. Apalagi komoditas tersebut sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan. Makanya TPID Sulut berinisiatif untuk mendirikan Kios TPID sebagai sarana intervensi harga pangan strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan stabilisasi harga,” terangnya.

Pemilihan lokasi di Pasar Bersehati, lanjut Asri, didasarkan penguatan kegiatan Operasi Pasar – Gerakan Pangan Murah agar sesuai 3 Tepat, yakni Tepat Lokasi sesuai lokasi pasar PIHPS, Tepat Sasaran dan Tepat Waktu.

Adapun komoditas yang dijual di Kios TPID berasal dari Bulog. Yang pasti komoditas sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain  beras medium, terdapat juga beras premium, minyak premium dan gula.

“Dinas Pangan menyediakan telur, bawang merah, bawang putih. Dinas Pertanian menyediakan berbagai produk hortikultura,” bebernya.

Kios TPID Maju ini dibuka Senin hingga Sabtu, mulai pukul 09.00-11.00 WITA.

Usai meresmikan Kios TPID Maju, Gubenur Yulius melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Pasar Bersehati. Dalam sidak ini, gubernur menanyakan harga bahan pangan yang dijual oleh pedagang pasar.(sco)

Baca Juga

Dukung Pemberdayaan Wanita, Giro Kartini CIMB Niaga Raih Penghargaan Internasional

Basis Berita

Gubernur Yulius Selvanus Genjot Aset Pemprov Sulut jadi Sumber PAD Produktif

Basis Berita

Bupati FDW Ingatkan Beberapa Hal saat Sosialisasi Pemanfaatan SDA

Basis Berita