Ekonomi Pemerintahan

Dari Meja Pemerintah ke Lapangan: Tomohon Jadi Titik Pantau Program Koperasi Merah Putih

BASISBERITA.COM, Tomohon — Komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi berbasis komunitas kembali ditegaskan di Kota Tomohon. Hal ini terlihat saat Wali Kota Caroll Joram Azarias Senduk bersama Wakil Wali Kota Sendy Gladys Adolfina Rumajar menerima kunjungan kerja Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayjen TNI Trenggono, pada Rabu (4/3/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Dari ruang pertemuan hingga rencana peninjauan lapangan, fokus utama diarahkan pada kesiapan Tomohon dalam mengimplementasikan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih—sebuah inisiatif strategis yang didorong langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam suasana diskusi yang berlangsung dinamis, Wali Kota menegaskan bahwa Tomohon tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga secara sosial. “Kami melihat program ini sebagai peluang nyata untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari akar rumput,” ujarnya. Ia menambahkan, semangat gotong royong yang telah lama hidup di tengah masyarakat Tomohon menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan program tersebut.

Kunjungan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, termasuk jajaran TNI melalui kehadiran Dandim, serta perangkat daerah yang terkait langsung dengan sektor ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran lintas sektor ini menandakan bahwa implementasi program tidak akan berjalan secara parsial, melainkan melalui pendekatan kolaboratif.

Sementara itu, Mayjen TNI Trenggono menekankan pentingnya memastikan kesiapan teknis di lapangan sebelum program dijalankan secara penuh. Ia menyampaikan bahwa kunjungannya ke Tomohon merupakan bagian dari agenda pemantauan langsung untuk memastikan pembangunan koperasi berjalan sesuai arah kebijakan nasional.

Program Koperasi Merah Putih sendiri dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa dan kelurahan. Dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan dan partisipasi aktif masyarakat, koperasi ini diharapkan mampu menjadi wadah distribusi ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Berbeda dari pendekatan ekonomi konvensional, model koperasi ini menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama. Dalam konteks ini, pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator sekaligus pengawal agar implementasi tetap selaras dengan kebutuhan lokal.

Kunjungan ini menjadi penanda bahwa Kota Tomohon mulai masuk dalam peta prioritas pengembangan program nasional tersebut. Dari pertemuan hingga rencana peninjauan lapangan, satu pesan mengemuka: pembangunan ekonomi tidak lagi hanya berbicara soal angka, tetapi juga soal keterlibatan dan kemandirian masyarakat.(AP)

Baca Juga

Gubernur Yulius Selvanus Buka Mubeslub GPdI 2025: Momentum Sakral Satukan Visi Gereja dan Bangsa

Basis Berita

Liow Bantah Tudingan Tuuk Terkait Kerja Sama Media

Basis Berita

Ekonomi Sulut 2025 Tumbuh 5,66 Persen, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang

Basis Berita