Pemerintahan

Satu Tahun Kepemimpinan Yulius Selvanus–Victor Mailangkay, Berbagai Program Pembangunan Sulut Mulai Terlihat

BASISBERITA.COM, Manado – Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay menunjukkan sejumlah capaian di berbagai sektor pembangunan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mencatat kemajuan di bidang ekonomi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan wilayah dan penanggulangan bencana.

Berbagai program strategis yang dijalankan selama setahun terakhir disebut mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Sulut dalam pembangunan kawasan timur Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi Stabil

Sepanjang 2025, ekonomi Sulut tercatat tumbuh sebesar 5,66 persen (year on year) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp204,75 triliun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor industri pengolahan serta peningkatan ekspor ke pasar luar negeri. Selain itu, kondisi inflasi yang terkendali turut menjaga stabilitas daya beli masyarakat. Pemerintah daerah juga mencatat tingkat kemiskinan dan pengangguran relatif terjaga.

Pariwisata Terus Diperkuat

Pemprov Sulut juga fokus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Sejumlah destinasi unggulan mulai direvitalisasi, di antaranya Bukit Kasih, Museum Daerah, Kawasan Sumaru Endo, serta pembersihan kawasan Danau Tondano.

Dukungan terhadap kegiatan pariwisata juga terlihat melalui penyelenggaraan Festival Bunaken serta pembukaan penerbangan langsung rute Seoul–Manado yang diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Selain itu, pemerintah mengaktifkan kembali PT Pengelola Pariwisata Sulawesi Utara (PPSU) guna mengelola aset wisata daerah secara profesional serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pembangunan Pendidikan

Di sektor pendidikan, pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan mulai dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan pendidikan unggulan di daerah. Selain itu, sekitar 50 sekolah direvitalisasi untuk meningkatkan kualitas sarana belajar.

Pemerintah daerah juga menyalurkan ribuan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa. Sementara itu, Universitas Negeri Manado direncanakan segera membuka Fakultas Kedokteran melalui sinergi dengan pemerintah pusat.

Ketahanan Pangan Diperkuat

Program ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), kegiatan tersebut telah digelar di sekitar 190 titik guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Pemerintah juga melaksanakan panen raya serta mengoptimalkan sekitar 2.000 hektare lahan padi untuk memperkuat upaya swasembada pangan. Program “Tanam Apa yang Dimakan” terus digalakkan dengan dukungan bantuan alat dan mesin pertanian bagi para petani.

Pengembangan Olahraga

Perhatian terhadap sektor olahraga juga menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain rehabilitasi Kolam Renang Ranowangun menuju standar nasional serta revitalisasi arena Pacuan Kuda Minahasa yang diarahkan menjadi ikon sport tourism.

Selain itu, klub sepak bola Persma 1960 kembali bangkit dari kompetisi Liga 4 dengan target menembus liga yang lebih tinggi. Sulut juga ditetapkan sebagai tuan rumah PON Bela Diri 2026, yang diharapkan dapat mengangkat prestasi olahraga daerah.

Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah

Di bidang infrastruktur, pemerintah memperkuat program pengendalian banjir di Kota Manado melalui proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Program pembersihan Danau Tondano juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.

Sementara itu, pengelolaan TPA Mamitarang dioptimalkan untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah daerah. Pemerintah juga menghadirkan layanan listrik 24 jam di sejumlah pulau terpencil dengan target seluruh pulau di Sulut dapat menikmati layanan listrik penuh pada tahun 2026.

Peningkatan Layanan Kesehatan

Di sektor kesehatan, Pemprov Sulut menyalurkan ambulans ke berbagai wilayah terpencil di Bolaang Mongondow, termasuk Desa Kembang Mertha. Selain itu, layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan diperkuat melalui kapal klinik yang berfungsi sebagai fasilitas kesehatan bergerak.

Sulut juga menerima sejumlah penghargaan, di antaranya penghargaan kesehatan daerah dan pencegahan stunting terbaik nasional 2025 serta Universal Health Coverage Award sebagai pengakuan terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menjamin layanan kesehatan masyarakat.

Pemerintah juga menginstruksikan rumah sakit daerah tetap memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak pembatalan kepesertaan JKN PBI.

Penanggulangan Bencana

Dalam penanganan bencana, Pemprov Sulut menekankan respons cepat terhadap berbagai kejadian seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Pemerintah juga membangun dan menyerahkan 286 unit hunian tetap bagi korban erupsi Gunung Ruang di wilayah Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Selain itu, gubernur turun langsung meninjau lokasi bencana di Kabupaten Kepulauan Sitaro serta memantau penanganan banjir besar yang melanda Kota Manado pada Maret 2025.

Sinergi dengan Program Nasional

Pemprov Sulut juga mengakselerasi sejumlah program pemerintah pusat. Salah satunya melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang hampir rampung di seluruh wilayah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai menjangkau ratusan ribu penerima manfaat di Sulut. Di sisi lain, kinerja ekspor daerah terus meningkat dengan penetrasi pasar hingga Asia dan Eropa.

Program kebersihan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) juga dijalankan dengan melibatkan ASN, TNI-Polri, dan masyarakat. Program tersebut berhasil mengangkat ratusan ton sampah dari pesisir dan sejumlah wilayah di Manado serta daerah lainnya.

Kebijakan Pro-Rakyat

Sejumlah kebijakan ekonomi juga diluncurkan untuk membantu masyarakat, termasuk keringanan pajak kendaraan bermotor serta penghargaan bagi daerah yang mendukung digitalisasi sistem pajak.

Pemprov Sulut juga menjalin kerja sama dengan Jepang dalam berbagai bidang seperti program magang tenaga kerja, ekspor produk daerah, pengembangan mineral, hingga investasi pariwisata.

Menjelang Lebaran 2026, pemerintah juga menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi, kebijakan work from anywhere serta penyaluran bantuan pangan guna menjaga daya beli masyarakat.

Menghidupkan Kembali Sejarah Daerah

Selain pembangunan fisik, pemerintah provinsi juga memberi perhatian pada pelestarian sejarah daerah. Salah satunya dengan menghidupkan kembali peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 di Sulut yang selama puluhan tahun jarang diperingati secara besar.

Pada 14 Februari 2026, peringatan akbar digelar di Lapangan KONI Sario, Manado sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang. Pemerintah daerah berencana menjadikan peringatan tersebut sebagai agenda tahunan agar generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan daerahnya.

Dengan berbagai program yang telah berjalan, pemerintah provinsi berharap pembangunan Sulawesi Utara dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga

Ini Pesan Wagub Steven Kandouw bagi Lulusan SMK Negeri 2 Tondano

Basis Berita

Wagub Steven Kandouw Hadir pada Gerakan Pangan Murah di Bitung

Basis Berita

Pemprov Sulut Perkuat Pilar Demokrasi Lewat Bantuan untuk Partai Politik

Basis Berita