BASISBERITA.COM, Manado – Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia (F-JUPNAS GIZI) menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang mendorong masyarakat mengunggah menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial sebagai bagian dari pengawasan publik.
Menurut F-JUPNAS GIZI, langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah terhadap transparansi dan keterbukaan dalam pelaksanaan program strategis nasional, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam memastikan kualitas dan distribusi program berjalan sesuai tujuan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026), Dadan Hindayana menyampaikan bahwa unggahan masyarakat mengenai menu MBG justru dapat membantu pemerintah memantau pelaksanaan program secara lebih luas.
“Saya justru senang jika masyarakat memposting menu MBG di media sosial, karena itu menjadi bagian dari pengawasan bersama,” ujar Dadan.
Ia menjelaskan, pengawasan yang melibatkan publik melalui media sosial dapat mempercepat aliran informasi dari lapangan. Dengan cara ini, pemerintah dapat segera mengetahui jika terdapat kekurangan atau masalah dalam pelaksanaan program, baik terkait kualitas makanan, standar gizi, maupun distribusi.
“Jika ada kekurangan di lapangan, kami ingin mengetahuinya secepat mungkin. Media sosial menjadi salah satu kanal tercepat untuk menerima informasi tersebut,” katanya.
Sejalan dengan Misi F-JUPNAS GIZI
F-JUPNAS GIZI menilai pernyataan tersebut semakin menegaskan pentingnya peran jurnalisme dalam mengawal isu pangan dan gizi di Indonesia. Forum ini dibentuk oleh jurnalis, akademisi, ahli gizi, peneliti, serta pemerhati ketahanan pangan untuk memperkuat jurnalisme berbasis data dalam isu pangan nasional.
Selain itu, forum ini juga bertujuan mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis agar berlangsung transparan, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia.
F-JUPNAS GIZI menilai keterlibatan masyarakat melalui media sosial dapat menjadi sumber informasi awal yang berharga bagi kerja jurnalistik dan pengawasan kebijakan publik. Dokumentasi yang dibagikan masyarakat memungkinkan berbagai temuan di lapangan lebih cepat diketahui dan diverifikasi oleh jurnalis maupun peneliti.
Dorong Pengawasan Publik Berbasis Data
Melalui jaringan jurnalis nasional serta kolaborasi dengan akademisi dan lembaga riset, F-JUPNAS GIZI berkomitmen melakukan sejumlah langkah pengawasan berbasis data, di antaranya Verifikasi informasi yang beredar di masyarakat dan media sosial; Peliputan serta investigasi terkait distribusi pangan dan kualitas gizi program; Pemantauan titik dapur, vendor, hingga rantai pasok dalam program MBG; Penyusunan laporan berbasis data yang dapat menjadi referensi publik; Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan program berskala nasional seperti MBG berjalan dengan standar transparansi yang tinggi dan meminimalkan potensi penyimpangan.
Kritik sebagai Bentuk Kontribusi
F-JUPNAS GIZI juga menilai sikap terbuka BGN terhadap kritik publik merupakan langkah positif dalam memperkuat akuntabilitas kebijakan pemerintah.
Forum ini menegaskan bahwa pengawasan melalui jurnalisme profesional dan partisipasi masyarakat bukanlah bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan bagian dari kontribusi bersama untuk memastikan anggaran negara benar-benar dimanfaatkan bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Dengan sinergi antara pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.(sco/*)

