Pemerintahan

Wagub Victor Mailangkay Ikuti Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXIX

BASISBERITA.COM, Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Victor Mailangkay mengikuti Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXIX Tahun 2025 secara virtual, Jumat (25/4/2025) dari ruang kerjanya.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) ini, Wagub Mailangkay mengenakan seragam PDUB lengkap dan didampingi pejabat terkait.

Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan pentingnya pelaksanaan otonomi daerah sebagai bentuk desentralisasi kekuasaan dari pemerintah pusat ke daerah, agar daerah bisa mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya sendiri sesuai potensi dan karakteristik masing-masing.

Dilansir sejumlah situs resmi pemerintah daerah danKemendagri, peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXIX tahun 2025 mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045.”

Peringatan Hari Otonomi Daerah ini mengingatkan kembali komitmen bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan umum, kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan daya saing daerah sebagai tujuan dari otonomi daerah.

Mengutip dari Kemendagri, Hari Otonomi Daerah diperingati sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat desentralisasi dalam sistem pemerintahan Indonesia. Peringatan ini merujuk pada diberlakukannya kebijakan otonomi daerah yang mulai efektif sejak bergulirnya era reformasi pada akhir 1990-an, khususnya melalui lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian disempurnakan menjadi UU Nomor 23 Tahun 2014.

Tujuan utama dari penerapan otonomi daerah adalah untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam mengatur urusan rumah tangganya sendiri, baik dalam aspek politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Kebijakan ini menjadi titik balik dari sistem sentralisasi yang kuat di masa Orde Baru, menuju desentralisasi kekuasaan sebagai wujud demokratisasi dan pemerataan pembangunan.

Dengan otonomi daerah, pemerintah kabupaten/kota diharapkan mampu menggali potensi lokal, meningkatkan pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan sesuai kebutuhan dan kondisi khas daerahnya. Namun demikian, pelaksanaannya juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti ketimpangan kapasitas antar daerah, tumpang tindih kewenangan, serta isu korupsi di tingkat lokal.(sco/*)

Baca Juga

Ikuti Pawai Paskah Wilayah Kakaskasen, Caroll Senduk Harap jadi Teladan

Basis Berita

Wali Kota Caroll Senduk Dikukuhkan Sebagai Presiden CityNet NCI 2025–2029, DPRD Tomohon Beri Dukungan Penuh

Andreas Poluan

Dinas PUPR Sulut Pastikan Perbaikan Jalan Ir Soekarno Minut Masuk Program 2026

Basis Berita