BASISBERITA.COM, Manado – Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tarif impor, belum berpengaruh di Sulawesi Utara (Sulut). Tarif impor baru tersebut yakni produk dari Indonesia dikenakan tarif 32 persen ke Negeri Paman Sam.
“Saya rasa kebijakan Trump akan tarif terhadap impor, belum berpengaruh di Sulut,” kata Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) Erwin Situmorang dalam Halal bihalal pascaperayaan Idul Fitri 1446 Hijriah, di Kantor BI Sulut, Kamis (24/4/2025).
Ia menilai kebijakan Trump tersebut belum berpengaruh untuk Sulut karena sebagian besar produk impor dikirim melalui Pelabuhan di Jakarta dan Surabaya.
Apalagi setiap bulan, lanjut dia, Sulut terus mengalami surplus neraca perdagangan. Sementara nilai impor alami penurunan.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Sulut Aidil Adha mengatakan neraca perdagangan Sulut pada Maret 2025 mengalami surplus sebesar 83,83 juta dolar AS.
“Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Utara pada Maret 2025 tercatat 92,36 juta dolar AS, sementara impor hanya senilai 8,52 juta dolar AS,” kata Adha.
China menjadi negara terbesar ekspor Sulut. Nilainya mencapai 30,93 juta dolar AS atau 33,49 persen dari total ekspor pada Maret. Sedangkan Malaysia menjadi negara asal impor terbesar pada di bulan Maret dengan nilai 6,98 juta dolar AS atau sebesar 81,93 persen dari total impor.
Adha membeber komoditas ekspor terbesar pada Maret 2025 masih didominasi lemak dan minyak hewani/nabati senilai 65,49 juta dolar AS atau 70,91 persen dari total ekspor.
Sedangkan untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral senilai 6,98 juta dolar AS atau 81,93 persen dari total impor.(sco/*)

