BASISBERITA.COM, Manado – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkomitmen memperkuat basis data kependudukan melalui pembentukan Rumah Data di Kampung Keluarga Berkualitas (KB).
Inisiatif ini menjadi bagian penting dalam penguatan Program Bangga Kencana, yang menekankan pentingnya data akurat dan terintegrasi sebagai dasar perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan keluarga.
Kegiatan advokasi dan sosialisasi yang dilaksanakan secara virtual ini dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Tahlis Gallang yang diwakili Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Keluarga Berencana (Disdukcapil-KB) Daerah Sulut, Christodharma Sondakh, pada Senin (25/8/2025).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Rumah Data Kependudukan di setiap Kampung KB merupakan langkah strategis untuk mengelola, menganalisis dan memanfaatkan data secara lebih efektif.
“Dengan begitu, program pemerintah dapat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberi dampak nyata,” ujarnya.
Selain sesi pembukaan, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, dr Jeanny Yola Winokan, MAP, bersama Kadisdukcapil-KB Provinsi Sulut. Adapun peserta rapat terdiri dari para Kepala Dinas PPKB kabupaten/kota serta para Penyuluh Lapangan KB (PLKB/PKB) se-Sulawesi Utara. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengawal implementasi Rumah Data sebagai pusat integrasi informasi kependudukan dan keluarga di tingkat akar rumput.
Dalam pemaparannya, dr Jeanny Yola Winokan menekankan pentingnya Rumah Data sebagai instrumen untuk menyajikan tujuh indikator keluarga berkualitas, termasuk data kuantitas, kualitas, mobilitas, pembangunan keluarga, perlindungan sosial, dan administrasi kependudukan.
Menurutnya, ketersediaan data yang terukur akan memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan intervensi program yang tepat sasaran, sekaligus menjadi dasar evaluasi keberhasilan pembangunan keluarga di wilayah masing-masing.
Rapat advokasi dan sosialisasi ini dilaksanakan secara virtual, dan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengawal pelaksanaan pembentukan Rumah Data Kependudukan di kabupaten/kota masing-masing. Diharapkan melalui penguatan Rumah Data, pembangunan keluarga di Sulut dapat berjalan lebih efektif, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.(sco/*)

