Ekonomi

Pemkot Bitung dan BI Sulut Evaluasi Digitalisasi Pajak dan Retribusi Daerah

BASISBERITA.COM, Manado – Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan evaluasi kinerja digitalisasi pajak dan retribusi daerah melalui High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Bitung, yang digelar pada Sabtu (7/2/2026).

Evaluasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas dinamika penilaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) serta hasil Championship TP2DD 2025, yang menjadi dasar penguatan kebijakan digitalisasi ke depan.

HLM TP2DD Kota Bitung dihadiri oleh Walikota Bitung Hengky Honandar, jajaran Pemkot Bitung, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pajak dan retribusi daerah, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara beserta jajaran. Forum ini menegaskan bahwa penguatan ETPD Kota Bitung ke depan akan difokuskan pada peningkatan pemanfaatan kanal pembayaran non-tunai oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.

Dalam sambutannya, Walikotq Honandar, menegaskan bahwa percepatan elektronifikasi transaksi pajak dan retribusi daerah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi layanan publik serta memperkuat tata kelola keuangan daerah.

“Digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Melalui elektronifikasi transaksi, Pemerintah Kota Bitung ingin menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah secara berkelanjutan,” ujar Honandar.

Pada sesi paparan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyampaikan bahwa Indeks ETPD Kota Bitung pada Semester I-2025 tercatat sebesar 90,25 persen. Capaian ini masih berada pada tahap “Digital”, namun mengalami penurunan dibandingkan Semester II-2024 yang mencapai 93,75 persen.

Menurutnya, dinamika tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital membutuhkan konsistensi kebijakan serta penguatan implementasi secara berkelanjutan, tidak hanya dari sisi ketersediaan sistem, tetapi juga pemanfaatannya oleh masyarakat.

Terkait Championship TP2DD 2025, kinerja TP2DD Kota Bitung juga mengalami penurunan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Championship TP2DD 2024, TP2DD Kota Bitung mencatatkan nilai 62,91, sementara pada tahun 2025 turun menjadi 49,07. Penurunan ini mengindikasikan bahwa keberlanjutan kinerja TP2DD sangat dipengaruhi oleh ketersediaan kanal pembayaran digital, intensitas pemanfaatan oleh masyarakat, konsistensi kebijakan pemerintah daerah, serta sinergi dan koordinasi lintas OPD.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa pemanfaatan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus menunjukkan tren positif di Kota Bitung. Sepanjang tahun 2025, transaksi QRIS tercatat mencapai 2,39 juta transaksi dengan nilai Rp272,95 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 1,24 juta transaksi dengan nilai Rp145,15 miliar.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin luasnya penerimaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembayaran non-tunai. Tren positif ini juga terlihat dalam pelaksanaan kegiatan daerah berskala besar yang disinergikan dengan perluasan penggunaan QRIS, sehingga menjadi peluang strategis untuk mendorong pemanfaatan pembayaran digital, termasuk dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah ke depan.

Menutup rangkaian kegiatan, Pemkot Bitung dan Bank Indonesia sepakat untuk memperkuat sinergi dalam mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Evaluasi Indeks ETPD, hasil Championship TP2DD, serta perkembangan QRIS menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan penguatan digitalisasi ke depan.

Pemerintah Kota Bitung juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung transformasi digital dengan memanfaatkan pembayaran non-tunai dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi daerah. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem keuangan daerah yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan Kota Bitung secara berkesinambungan.(sco/*)

Baca Juga

BI Sulut Dorong Perluasan Digitalisasi Keuangan kepada Generasi Muda Lewat Dua Ajang Ini

Basis Berita

BI Sulut Sinergi dengan Pemda, Jaga Inflasi Jelang Idul Fitri

Basis Berita

Dorong Investasi, BI-DPMPTSP Sulut Gelar North Sulawesi Investment Challenge 2025

Basis Berita