BASISBERITA.COM, Manado –Â Boyke Rompas SH, berkomitmen meneruskan nilai-nilai yang diperjuangkan Perkumpulan Perjuangan Semesta (Permesta)
Olehnya, Boyke Rompas membidik ketua Permesta Sulawesi Utara (Sulut). Menurut pria flamboyan ini, ia mau memberikan penegasan ke generasi saat ini bahwa Permesta memperjuangkan nilai-nilai yang luhur, yaitu, kesejahteraan rakyat, kemerataan pembangunan yang tidak hanya di kota besar tapi juga sampai di pelosok-pelosok dan daerah tertinggal.
Permesta, menurutnya, setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya mau sampaikan bahwa Permesta bukan pemberontak tetapi pejuang kesejahteraan rakyat. Saya merasakan langsung bagaimana tinggal di hutan selama 3 tahun lebih dan saya sangat paham dan meraskan pahit manisnya Permesta,” ujar putra Komandan Batalyon X Permesta.
Menurut mantan birokrat Pemprov Sulut ini, dirinya terpanggil untuk meneruskan cita-cita perjuangan Permesta yakni pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Maka dari itu, ketika tokoh-tokoh Permesta, anak cucu dan organisasi bernafas Permesta mendaulatnya untuk memimpin Permesta Sulut, Boyke Rompas menyatakan kesediaan.
âSaya siap membesarkan organisasi, memperjuangkan nilai-nilai yang diusung para orang tua kami, mendukung pemerintahan baru di bawah Presiden terpilih Prabowo Subianto, setia pada Pancasila, UUD 45 dan NKRI,â kata Rompas.
Ia juga mengaku kesediaannya ini murni karena dia concern terhadap perjuangan Permesta dan bukan karena kepentingan atau ambisi pribadi.
âSaya sudah selesai dengan diri saya. Tidak untuk jadi Gubernur, atau jadi apa jadi apa. Saya sudah pensiun, sudah pernah dalam banyak jabatan birokrat. Saya hanya ingin menjadi lebih bermanfaat bagi banyak orang lewat perkumpulan Permesta ini,â tegas dia.
Boy Rompas juga mengatakan bahwa ia akan menjaga marwah organisasi Permesta.
âSaya akan pastikan, Permesta tidak akan berdiri di bawah Partai Politik atau kepentingan politik praktis tertentu. Walaupun anggota Permesta bisa berasal atau menjadi bagian dari partai politik maupun kepentingan politik praktis tertentu,â ujarnya.
Pria yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama salah satu perusahaan besar bertaraf internasional ini mengungkapkan bahwa penerima mandat telah melakukan pertemuan, membentuk panitia dan menentukan tanggal pelaksanaan musyawarah.
Melihat kesibukan Boyke Rompas, para pemegang mandat dan panitia yang dibentuk telah memfinalkan pelaksanaan musyawarah yang rencananya digelar akhir pekan ini.
Rapat pada, Senin (14/10/2024), mengemuka kesiapan pelaksanaan kegiatan telah 99 persen.
Namun rencana yang sudah sangat matang tersebut, terkendala tidak hadirnya 2 pemegang mandat, yakni, Jopie JA Rory dan Jonson Wulur.
Keduanya walaupun telah menyatakan dukungan penuh kepada Boyke Rompas, namun rapat terakhir mereka berhalangan hadir, sehingga belum membubuhkan tanda tangan pada berita acara. Alhasil, pelaksanaan Musyawarah dinyatakan ditunda.
Boyke Rompas ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ide untuk menunda dia yang lontarkan. Pasalnya, ia tidak mau ada kesan ketidakkompakan.
“Saya menghormati DPP dan saya juga menjunjung mekanisme organisasi yang berlaku umum,” kata dia.
Ia kembali menegaskan bahwa kesediaan memimpin Permesta Sulut murni didasarkan pada komitmen dan concern-nya terhadap eksistensi dan perjuangan para orang tua terdahulu.
“Pelaksanaan Musyawarah ditetapkan pekan ini karena menyesuaikan dengan waktu saya. Terus terang saya memiliki banyak pekerjaan. Makanya ketika dihadapkan pada adanya persoalan yang belum clear, saya putuskan untuk menunda pelaksanaan Musda ini,” imbuh pria yang mengaku tidak ambil pusing dengan keruwetan organisasi terkait penetapannya sebagai Ketua, karena dirinya memiliki banyak pekerjaan.(sco/*)