BASISBERITA.COM, Manado – Gebrakan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus belum nampak secara signifikan. Wajar saja, ia bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay memimpin Bumi Nyiur Melambai baru 100 hari.
Semenjak dilantik Presiden Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025, Pemerintahan Yulius-Victor masih terbilang adem ayem. Tapi, bukan tanpa kerja! Gerakan senyap yang dilakukan Gubernur Yulius menghasilkan sejumlah proyek pembangunan, yang sudah mulai ancang-ancang dibangun di Sulut.
Di antaranya, pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggulan Garuda Nusantara, yang rencananya dibangun di Langowan Kabupaten Minahasa. Lokasi pembangunan sudah dicek langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Stella Christie, beberapa waktu lalu.
Bahkan di hari yang berbeda, yakni Rabu (19/3/2025), Menteri Pertahanan RI, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, telah meninjau lokasi pembangunan yang direncanakan didirikan di Desa Koyawas, Kecamatan Langowan Barat.
Selain SMA Unggulan, ada juga tiga SMA yang rencananya bakal dibangun di Sulut. Ketiga sekolah itu, yakni pembangunan SMA 3 Tomohon yang direncanakan dibangun di tanah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang ada di Kelurahan Walian Kota Tomohon. Sementara dua sekolah lainnya akan didirikan di Kelurahan Buha (rencananya SMA 5 Manado) dan di Kayu Bulan, Malalayang untuk SMA 6 Manado.
Sama dengan SMA Unggulan, tiga sekolah itu telah dilakukan penentuan lokasi oleh Tim Assessment Direktorat Sekolah Menengah Atas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, pada tanggal 19-20 Mei 2025.
Pembangunan sekolah tersebut tak lepas dari komitmen Gubernur Yulius Selvanus dalam memajukan kualitas pendidikan Sulut.
Selain proyek tersebut, Gubernur Yulius berencana membangun sejumlah proyek infrastruktur. Dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulut Tahun 2025-2029 di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Selasa (25/3/2025), ia memaparakan proyek tersebut.
Salah satunya adalah jalan tol Manado-Amurang. “Saya sudah melaporkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) dan juga Kementrian Pekerjaan Umum, soal rencana membangun jalan tol Manado-Amurang,” katanya.
Selain itu, Gubernur Yulius merencanakan akan memperbesar Bandar Udara Sam Ratulangi agar pesawat berukuran besar bisa mendarat. Ini tujuannya untuk peningkatan jumlah kunjungan turis ke Sulut.
“Bandara kita saat ini belum bisa didarati pesawat berbadan lebar. Saya sempat bicarakan dengan gubernur sebelumnya, Pak Olly Dondokambey. Sempat terpikir oleh gubernur sebelumnya akan memindahkan bandara ke Lembeh dan membangun jembatan Bitung ke Lembeh. Tapi kami akan fokus dulu per panjang landasan pacu bandara yang ada sekarang agar bisa didarati pesawat berbadan lebar,” ujarnya.
Kemudian, Gubernur Yulius juga berkomitmen menuntaskan proyek Ring Road 3, yang membentang dari Winangun hingga Kalasey. Proyek ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan mendukung mobilitas masyarakat.
Sebelumnya, lobi-lobi di tingkat pusat dilakukan mantan jenderal bintang dua ini. Gubernur Yulius telah bertemu langsung sejumlah menteri di Jakarta. Mereka yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekraf (Menkraf-Kabekraf) RI Teuku Riefky Harsya.
Sementara para menteri lainnya direncanakan mengunjungi Sulut. Yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi, Menteri Koperasi dan Menteri Pertanian, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.
Adapun Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia Bima Arya telah duluan ke provinsi di ujung utara Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Ia datang untuk menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan dan Asistensi Efisiensi Belanja pada APBD Tahun Anggaran 2025 di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, pada Selasa (12/3/2025).
Para menteri ke Sulut karena ingin memperhatikan kampung halaman sang ibunda Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay dalam sebuah rapat mengatakan soal anggaran jangan jadi alasan di instansi vertikal. Pasalnya, Presiden Prabowo Subianto menitip pesan agar perhatikan pembangunan di kampung halaman sang ibunda, Langowan Kabupaten Minahasa Provinsi Sulut.
“Kalau daerah lain agak sulit, kita (di Sulut) bersyukur punya pak gubernur yang punya akses ke pemerintah pusat,” kata wagub.
Bahkan pusat memberikan lebih daripada permintaan yang disodorkan Gubernur Sulut. “Biasanya tidak demikian. Seperti salah satu kementerian, minta tujuh dikasih delapan,” bebernya.
Selain eksekutif, dari legislatif pun berdatangan berlabuh ke Sulut. Komisi II dan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah bertemu dengan Gubernur Yulius di Sulut.
Bahkan orang kedutaan pun sudah ada yang menemui Yulius Selvanus. Mereka adalah Konsul-Jenderal Australia Todd Dias dan Dubes Rumania untuk Indonesia Adrian Balanescu.
Sementara untuk wilayah sendiri, Gubernur Yulius tercatat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Minahasa, Kota Manado hingga pergi ke Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Ke Minahasa menjadi kunjungan perdananya semenjak dilantik Presiden. Di kesempatan itu, Gubernur Yulius meninjau secara langsung cara kerja alat pembersihan eceng gondok di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, pada Rabu (5/3/2025).
Sepekan kemudian, Jumat (14/3/2025) Gubernur Sulut yang didampingi Pangdam XIII/Merdeka, Kapolda Sulut bertolak ke Bolaang Mongondow. Di sana, selain menggelar Safari Ramadhan, gubernur juga meninjau lokasi rencana pembangunan Universitas Islam. Lokasinya terletak strategis, berdekatan dengan markas Brimob dan Islamic Center, serta memiliki lingkungan yang sejuk dan kondusif untuk pendidikan.
Adapun pada Jumat (21/3/2025) malam, Gubernur Yulius memantau langsung sejumlah titik banjir di Kota Manado. Gubernur yang didampingi Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Adolf Tamengkel dan jajaran mendatangi titik banjir di Wonasa dan Mahawu. Tak hanya memantau saja, gubernur pun ikut membawa bantuan makanan dan kebutuhan mendesak korban banjir.
Sementara itu, dari sisi perekonomian, Sulut masih ‘aman’ yakni pada triwulan I tahun 2025 alami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,62 persen secara year on year.
Hal tersebut sejalan dengan investasi di Sulut. Tercatat, hingga tiga bulan awal tahun 2025 ini realisasinya menembus Rp3.080.765.349.436 atau 33 persen dari target tahun ini.
Kendati perekonomian berjalan mulus, namun Sulut masih menyisahkan sejumlah persoalan. Sebut saja masalah stunting, kemiskinan termasuk pengangguran.
Khusus pengangguran, sesuai data per Februari 2025, angkanya meningkat 4,01 persen secara year on year atau dibanding Februari 2024, menjadi 6,03 persen. Jumlah penduduk Sulut yang menganggur pada Februari 2025 pun mencapai 83,13 ribu orang, meningkat dari 79,93 ribu orang pada Februari 2024.
Untuk stunting, berdasarkan data pemutakhiran hingga akhir 2024 prevalensi stunting Sulut masih berada pada 20,8 persen. Target di tahun ini harus menjadi 19 persen.
Sedangkan masalah kemsikinan juga harus menjadi perhatian khusus. Pasalnya, penduduk miskin di Sulut pada September 2024 berada di angka 6,70 persen dengan jumlah penduduk miskin sebesar 173,30 ribu orang.
Mengatasi masalah-masalah tersebut, Gubernur Yulius tak bisa jalan sendiri. Ia sangat memerlukan bantuan dari staf maupun pegawai di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.
Gubernur Yulius sempat menegaskan pegawai di lingkup Pemprov Sulut, fokuslah bekerja. Jangan berpikir untuk mengejar jabatan.
“Saya tidak mau menggeser, kecuali kalau diri kamu yang ingin menggeser atau kalau kalian ingin dipindah,” tegas Gubernur Yulius saat pelantikan pejabat administrator, di Wisma Negara Bumi Beringin Manado, belum lama ini.
Gubernur pilihan rakyat Sulut ini menaruh harapan yang besar bagi para ‘pembantunya’ di Pemprov Sulut agar bisa mewujudkan Sulawesi Utara maju, sejahtera dan berkelanjutan.
“Saya mau kalian berlari, mengingat 5 tahun itu tidak lama. Program kerja harus nyata,” tuturnya.
Pengamat Politik dan Pemerintahan Taufik Tumbelaka, menilai terkait langkah duet pemimpin baru Yulius-Victor di triwulan pertama dapat dianggap sudah tepat karena ada masa transisi kepemimpinan yang perlu adaptasi, evaluasi dan lain-lain, yang butuh perhatian khusus.
“Nanti dilihat triwulan 2 seperti apa? Dikarenakan jika sikon normal dalam arti tidak ada hal-hal yang luar biasa, maka duet pemimpin baru Sulut ini sudah bisa mempercepat akselerasi pembangunan yang sesuai visi dan misinya, di mana nantinya dalam rentang 4,5 tahun berikut periode jabatan sudah bisa berjalan sesuai harapan sang pemimpin,” tuturnya.
Untuk penilaiannya, kata Tumbelaka, kinerja Gubernur dan Wagub Sulut masih belum optimal.
“Belum bisa dinilai karena masih pada fase adaptasi, observasi serta evaluasi. Itu normal dalam Organisasi & Manajemen atau O&M dunia pemerintahan. Jadi belum bisa dinilai, masih terlalu ‘pagi’ untuk mengambil penilaian kinerja. Belum bisa diambil kesimpulan gambaran awal sebagai penilaian,” tukas Tumbelaka.(sco)


