Politik

Ini Pandangan Pengamat Tentang Musda Partai Golkar Sulut dan Dinamika Wacana Calon Ketua

BASISBERITA.COM, Manado – Beberapa minggu terakhir sebagian sorotan publik di Sulawesi Utara (Sulut) nampaknya mengarah ke DPD I Partai Golkar (PG) Sulut yang tinggal menunggu jadwal dari DPP PG untuk melakukan Musyawarah Daerah (Musda).

Pengamat Politik & Pemerintahan Sulut, Taufik M Tumbelaka melihat tidak ada yang istimewa dalam Musda nantinya.

“Musda itu adalah bagian dari rutinitas aktifitas organisasi politik, termasuk PG Sulut. Jadi semestinya akan berjalan normal-normal saja dalam arti tidak ada yang istimewa. Salah satu agenda Musda yang ditunggu-tunggu adalah pemilihan ketua dan itu sudah ada mekanisme baku yang akan dilakukan PG Sulut dengan arahan dari DPP. Jadi peran DPP relatif besar dalam Musda terlebih saat pemilihan ketua. Dan terkait hali itu para pengurus tentunya sudah sangat memahami,” ujar Taufik M Tumbelaka, Senin (9/6/2025).

Khusus tentang siapa yang akan menjadi Ketua DPD I PG Sulut, pengamat jebolan Fisipol UGM Yogyakarta ini memberi catatan menarik.

“Bagi saya adalah wajar saja jika beberapa waktu belakangan ini mencuat nama Christiany Euginia Paruntu (CEP atau Tetty Paruntu, red) untuk melanjutkan periode. Ini dikarenakan beberapa point. Pertama, PG Sulut saat ini dalam posisi relatif solid. Kemudian, capaian PG Sulut relatif baik ditengah kerasnya dinamika dan persaingan antar partai politik di Sulut,” tuturnya.

Lebih jauh, kata Tumbelaka, PG Sulut mempunyai pamor politik yang relatif bagus di antara partai politik yang ada di Sulut.

“Termasuk pasca perubahan kepemimpinan nasional dalam hal ini Presiden baru, Prabowo Subianto dan kepemimpinan daerah Sulut dalam hal ini Gubernur Yulius Selvanus. Dan itu semua terkait dengan ketua yang sekarang, CEP,” terang Pengamat Taufik M Tumbelaka.

Lanjut Pengamat Politik & Pemerintahan Sulut, Taufik M Tumbelaka, untuk ke depan dengan melihat dinamika dan konstelasi politik Sulut, maka dibutuhkan sosok pemimpin yang setidaknya memenuhi 5 syarat sosial-politik, sebagai berikut:

1. Kemandirian politik. Ini terkait ‘personal power’. Harus pemimpin yang punya pamor politik kuat guna menunjang kewibawaan PG Sulut.

2. Kemandirian finansial. Ini salah satu hal penting terkait dengan menjaga pamor PG Sulut saat berhadapan dengan kekuatan luar. Akan lemah jika secara finansial tidak mendukung, terlebih ada ketergantungan finansial dari pihak luar. Dalam memimpin organisasi besar, Sang Ketua kerap harus merogoh kocek pribadi guna memenuhi kebutuham organisasi

3. Jaringan kerja. Diperlukan yang memiliki jaringan kuat baik di daerah maupun di tingkat nasional

4. Memiliki jabatan bergengsi. Ini seperti  ‘salah satu syarat’ tak tertulis. Dan ini terkait pamor sosial dimata publik

5. Popularitas. Tingkat keterkenalan publik terhadap Ketua PG Sulut sangat dibutuhkan guna menaikan citra organisasi, jadi bukan sebaliknya dimana Sang Ketua terdongkrak karena organisasi.

Ke 5 point itu diperlukan untuk menjadi Ketua PG Sulut yang sesuai kebutuhan ke depan.

Tentang semakin memguatnya wacana dan juga dukungan kepada CEP atau Tetty Paruntu, Taufik M Tumbelaka memberi pandangan menarik.

“Wajar jika wacana dan dukungan CEP atau Tetty Paruntu yang saat ini masih memegang tampuk sebagai ‘Orang Nomer 1’ PG Sulut untuk lanjut periode karena yang bersangkutan unggul dalam memenuhi ‘5 syarat sosial-politik yang telah saya jelaskan itu, antara lain kemandirian politik sebagai personal power, kemandirian finansial, jaringan kerja, jabatan serta popularitas. Untuk kader PG Sulut yang lain sepertinya belum ada yang bisa melampaui CEP,” pungkas Tumbelaka.(sco)

Baca Juga

Steven Kandouw Ucapkan Permohonan Maaf kepada Masyarakat Langowan; Kedamaian jadi Prioritas

Basis Berita

Bawaslu Minta Masyarakat Lapor Jika Temukan Politik Uang

Basis Berita

Punya Ayah Hamba Tuhan, Sama-sama Bertarung di Dapil Minut-Bitung, tapi Sangat Akrab

Basis Berita