BASISBERITA.COM, Manado – Sebanyak 17 peserta dari perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dan pemerintah daerah di Sulut telah tuntas mengikuti Bimbingan Teknis Bimtek Penilaian Properti Tingkat Dasar untuk Penilaian Barang Milik Daerah (BMD).
Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa hingga Sabtu (10-14/5/2025) di The Sentral Hotel Manado ini terlaksana berkat kolaborasi Pemprov Sulut melalui Badan Aset dan Daerah (BKAD) dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Kepala Badan Aset dan Daerah Sulut Clay Dondokambey pada acara penutupan mengatakan gagasan dihelatnya bimtek ini diapresiasi Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
âApresiasi yang tinggi dan hormat dari Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay kepada seluruh mentor, narasumber, pengajar dan seluruh peserta,â ujarnya
Gubernur berpesan, kata Clay, para peserta bisa memberikan output berkelanjutan.
âIni tentunya harus segera diterapkan, khusus untuk peserta dari provinsi, saya menunggu pemaparan dari kalian agar kita bisa secara bersama mengetahui hal terkait penilaian properti BMD ini,” tuturnya.
Clay pun menegaskan penilaian aset penting karena berdampak pada neraca pemerintah. Ia berharap usai bimtek, para peserta memiliki kesadaran yang sama terkait pengelolaan BMD.
Ia mengutip pesan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani, yakni âbiar aset yang kerja untuk kitaâ.
âSaat ini, kelihatan aset kita besar secara kuantitas tapi belum berimbang dengan kualitas aset itu sendiri. Masih banyak yang belum terberdayakan seperti yang kita harapkan bersama. Karena itu, perlu effort atau ikhtiar untuk mengoptimalkan pengelolaan BMD. Salah satunya dengan membekali aparatur seperti Bimtek Penilaian Properti Tingkat Dasar ini,” terangnya.
Menurut Clay, kegiatan Bimtek ini telah ia laporkan ke BPK dan mendapat respons yang sangat baik. “Kepala Perwakilan BPK Sulut sampaikan bahwa kegiatan ini bagus karena bisa menghasilkan aparatur berprofesi mahal. Makanya saya minta ilmu yang kalian dapat jangan disimpan sendiri tetapi langsung dipraktekkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJKN Suluttenggomalut, Indriasari Sundoro mengatakan rasa bangga dan terhormat pihaknya bisa menjadi bagian kegiatan ini.
Menurut dia, penilai properti tingkat dasar memiliki peran krusial dalam penilaian BMD yang mencakup proses menentukan nilai ekonomi dari sebuah properti, seperti tanah dan bangunan, menggunakan metode dan teknik tertentu.
“Memang profesi ini mahal karena peran krusialnya tersebut,” ujar Indriasari.
Ia berharap setelah bimtek ini, lahir penilai barang profesional yang berkontribusi langsung pada pengelolaan BMD. “Untuk jadi penilai barang, kalian tentunya butuh jam terbang. Kalian akan dibentuk oleh kegiatan penilaian yang terus menerus,” pungkasnya.
Kepala Bidang Aset BKAD Sulut, Melki Matindas mengatakan bimtek ini menghadirkan narasumber sebagai pengajar yang sangat kompeten dan berorientasi pada output.
âMereka ingin agar kami selesai dari bimtek ini benar-benar memiliki kemampuan mumpuni seperti yang mereka ajarkan. Mereka tepat waktu memulai kegiatan pembelajaran dan bahkan sampai ekstratime mengajar. Jadi mereka benar-benar pengajar yang berdedikasi,” ungkapnya.
Dari sisi Bidang Aset, Melki mengatakan bahwa yang paling penting dari kegiatan ini adalah mereka bisa mendapatkan ilmu yang secepatnya mereka terapkan. “Dalam Waktu dekat kami diperhadapkan dengan penilaian-penilaian BMD di lingkup Pemprov Sulut,” bebernya.
Penutupan kegiatan dirangkai dengan pemberian sertifikat dan piagam penghargaan secara simbolis kepada peserta yang diwakili Kabid Melki Matindas, pemberian penghargaan kepada 3 peserta terbaik, pemberian penghargaan kepada para pengajar yang semuanya diserahkan Kepala BKAD Sulut, Clay Dondokambey.(sco)


