Pemerintahan

Kursi Sekdaprov Sulut Masih Lowong, Mendagri Tito Karnavian Buka Suara Soal Mekanisme Penunjukan

BASISBERITA.COM, Manado Teka-teki mengenai pengisian jabatan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) definif akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian. Hingga saat ini, posisi puncak birokrat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut tersebut masih diisi oleh Pelaksana Harian (Plh).

Usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi di Kantor Gubernur Sulut, pada Kamis (9/4/2026), Mendagri Tito Karnavian memberikan penjelasan terkait status seleksi dan pengusulan nama calon Sekdaprov Sulut.

Tito mengaku bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menerima informasi resmi maupun dokumen pengajuan nama calon Sekdaprov dari Pemprov Sulut. Ia menekankan bahwa pengisian jabatan ini tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui prosedur ketat yang berlaku secara nasional.

“Biasanya Sekda itu ada panitia seleksi. Saya belum tahu apakah di Sulut sudah dilakukan atau belum,” ujar Tito kepada awak media.

Eks Kapolri tersebut menjelaskan secara rinci alur birokrasi yang harus ditempuh untuk mendapatkan Sekdaprov definitif. Pertama, dilakukan seleksi terbuka. Dengan pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) untuk menjaring kandidat. Di mana, para calon Sekdaprov akan menghasilkan tiga nama calon terbaik. Nantinya, ketiga nama itu diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Proses selanjutnya pengusulan nama-nama tersebut diserahkan ke pusat. Untuk persetujuan akhir, Kemendagri akan meneruskan usulan tersebut kepada Presiden untuk diputuskan.

Meski belum bisa memastikan apakah dokumen usulan sudah masuk ke meja kementerian, Tito menjamin bahwa Kemendagri akan bekerja cepat jika seluruh tahapan di daerah telah rampung dan dokumen administrasi dinyatakan lengkap.

“Kalau sudah ada, biasanya tidak lama. Saya akan langsung ajukan ke Presiden,” tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini operasional birokrasi Sulut masih dijalankan oleh Denny Mangala yang ditunjuk oleh Gubernur Yulius Selvanus sebagai Plh Sekdaprov sejak awal Februari lalu, sembari menunggu proses seleksi terbuka menghasilkan pejabat definitif.

Penunjukan Denny Mangala sebagai Plh Sekdaprov Sulut menggantikan Tahlis Gallang. ‎Sebelumnya, Gallang menjabat Penjabat Sekdaprov Sulut.

Denny Mangala yang merupakan Asisten I Setdaprov Sulut ini diumumkan langsung sebagai Plh Sekdaprov Sulut oleh Gubernur Yulius Selvanus di Wisma Negara Bumi Beringin Kota Manado, pada Kamis (5/2/2026).

Gubernur Yulius mengatakan pergantian jabatan Sekdaprov Sulut kepada Mangala karena sesuai aturan seorang Penjabat Sekdaprov hanya bisa diperpanjang dua kali.

“Penjabat Sekdaprov sesuai aturan hanya diperpanjang dua kali sehingga kita tunjuk Pak Denny Mangala gantikan Pak Tahlis Gallang,” kata Gubernur Yulius.

Pergantian tersebut dilakukan karena tidak boleh terjadi kekosongan jabatan pada roda pemerintahan.

“Penunjukan Sekdaprov ini sambil menunggu proses pejabat definitif,” sambung Yulius.

Gubernur menegaskan penetapan jabatan definitif Sekdaprov Sulut akan mengikuti proses yang berlaku.

“Semuanya by proses. Dan kita lagi menunggu, mungkin satu sampai dua minggu ke depan, semuanya kembali ke normal,” tukasnya.

Pemprov Sulut sendiri telah melalukan Pemprov Sulut yang mengikuti proses manajemen talenta. Proses ini digelar untuk pertama kalinya dalam rangka pengisian jabatan kursi DB 6.

“Prosesnya menggunakan manajemen talenta. Ini pertama kali dilaksanakan oleh Pemprov Sulut setelah mendapat persetujuan dari BKN,” ungkap sumber, Rabu (11/2/2026).

Sumber itu enggan merinci seluruh nama peserta. Namun, ia memastikan salah satu pejabat yang ikut dalam proses tersebut adalah mantan Penjabat Sekdaprov Sulut.

“Yang pasti Pak Tahlis Gallang ada ikut,” tukasnya.

Proses manajemen talenta tersebut, lanjut sumber sementara berlangsung. “Tadi para peserta melakukan pemaparan materi dan sesi wawancara,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulut Olivia Theodore saat dikonfirmasi membenarkan pelaksanaan manajemen talenta untuk penempatan kursi Sekdaprov Sulut.

Sembilan pejabat Pemprov Sulut yang mengikuti manajemen talenta untuk posisi Sekdaprov Sulut, yakni:

  1. Tahlis Gallang (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Sulut)
  2. Jemmy Kumendong (Kepala Inspektorat Daerah Sulut)
  3. Fransiscus Manumpil (Asisten III Setdaprov Sulut)
  4. Clay Dondokambey (Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sulut)
  5. Femmy Suluh (Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut)
  6. Tienneke Adam (Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Sulut)
  7. Rahel Rotinsulu (Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Sulut)
  8. Syaloom Korompis (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Sulut)
  9. Rainier Dondokambey (Kepala Dinas Kehutanan Daerah Sulut)

Baca Juga

Anik Yulius Selvanus Dorong Penguatan UMKM untuk Ketahanan Ekonomi Keluarga

Basis Berita

Buka Festival Bendungan Kuwil Kawangkoan, Sekdaprov Kepel: Jaga Keberlangsungan Air dan Kelestarian Lingkungan

Basis Berita

Safari Natal di Bitung, Gubernur Olly Dondokambey Harap jadi Momen Pertobatan dan Menebar Kasih

Basis Berita