Basis Berita
Pemerintahan

PPK Nadi Pembangunan, Gubernur Sulut Minta Tak Pengaruh Intervensi

BASISBERITA.COM, Manado – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) terus bersinergi untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal tersebut dibuktikan dengan diikutsertakan sebanyak 20 pegawai Pemkab Minsel dalam Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Pemerintah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe B di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Sulut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Sulut, Audy Pangemanan mengatakan komitmen Bupati Minsel Franky Wongkar untuk peningkatan SDM tak perlu diragukan lagi. Hal ini terlihat dari seringnya bupati hadir langsung dalam pembukaan pelatihan.

“Terima kasih pak bupati karena ingin peningkatan SDM di Kabupaten Minsel. ASN yang ikut pelatihan ini siap belajar, siap bertumbuh dan siap melayani,” tutur Pangemanan pada pembukaan Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Pemerintah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe B di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Sulut, pada Senin (20/10/2025).

Ia pun memuji langkah bupati yang getol meningkatkan kompetensi, integritas dan adaptif terhadap perubahan.

“Komitmen yang sangat luar biasa pak bupati dalam peningkatan profesionalisme. Ini dibuktikan, Pemkab Minsel menjadi salah satu pelopor dalam manajemen talenta. Minsel jadi tolok ukur di Sulut,” ungkapnya.

Adapun terkait pelatihan ini, Pangemanan menyebut kegiatan yang penting bagi PPK. Karena mereka merupakan nadi untuk pembangunan sampai ke masyarakat.

“PPK berdiri di titik sangat strategis karena mereka yang pastikan kebutuhan yang direncanakan dan diatur dengan baik secara proses administrasi dan risiko sudah dipetakan,” terangnya.

“Hasilnya beri manfaat setinggi-tingginya kepada masyarakat,” sambungnya.

Olehnya, pesan dari Gubernur Sulut Yulius Selvanus, yang disampaikan oleh Pangemanan bahwa PPK jangan takut diintervensi oleh pihak manapun.

“Integritas benteng terakhir dari PPK. Jadi, berani berkata tidak pada intervensi dan kompromi,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Minsel Franky Wongkar yang membuka kegiatan tersebut mengatakan pelatihan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan terhadap pemerintah maupun masyarakat Minsel.

Bupati mengharapkan para peserta mengikuti hingga pelatihan tuntas.

“Saya yakin peserta sudah miliki hal-hal berhubungan dengan kompetensi, aturan, ketrampilan termasuk kemampuan sudah dimiliki. Mungkin yang harus dievaluasi dan introspeksi adalah tentang perilaku,” imbuh Wongkar.(sco)

Baca Juga

Wagub Steven Kandouw Ingatkan Mahalnya Harmoni di Hadapan Tokoh Agama se Manado

Basis Berita

Walikota Tomohon Caroll Senduk Seriusi Stunting di Tomohon

Basis Berita

Hari Kesehatan Nasional 2023, Nakes Minahasa Selatan Terima Penghargaan Bupati

Basis Berita