BASISBERITA.COM, Bitung – Aksi Anggota DPRD Kota Bitung, AW alias Alexander, yang mengamuk di ruang sidang Sekretariat DPRD, menuai beragam kecaman. Salah satu kecaman datang dari Aktivis Robby Supit. Menurutnya, apa yang dilakukan politisi Nasdem ini merupakan sikap yang tidak terpuji, pasalnya alasan yang dijadikan acuan mengamuk tidaklah terlalu mementingkan kepentingan rakyat.
“Saya mengecam keras tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh Alexander Wenas. Perilaku seperti ini tidak hanya mencederai martabat institusi DPRD sebagai lembaga legislatif yang seharusnya menjadi teladan dalam menjaga etika dan profesionalisme, tetapi juga mencoreng kepercayaan publik terhadap wakil rakyat,” kecam Supit, Selasa (21/1/2024).
Dikatakannya, aksi berontak dengan cara membalikkan meja saat rapat paripurna sangat jauh dari apa yang diharapkan oleh masyarakat.
“Yang masyarakat harapkan adalah aspirasi mereka diperjuangkan, bukannya justru berontak untuk dapat kedudukan di parlemen,” sorotnya.
Lanjutnya, membalikkan meja dalam rapat resmi adalah bentuk pelanggaran etika berat yang menunjukkan sikap emosional dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan perbedaan secara demokratis.
”Perilaku seperti ini juga mencerminkan rendahnya penghormatan terhadap prosedur dan tata tertib rapat sebagaimana diatur dalam peraturan lembaga DPRD,” sambungnya.
Ia khawatir apa yang dilakukan oleh oknum AW akan menjadi salah satu gangguan terhadap proses demokrasi. Akan hal ini, ia mendesak AW untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada publik atas tindakan yang tidak pantas tersebut.
“Saya kira akan lebih baik jika partai Nasdem sebagai partai tempat dia (AW) bernaung menunjukkan sikap tegas dengan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan. Selain itu, Badan Kehormatan juga wajib lakukan investigasi serta memberi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku dalam Peraturan DPRD tentang kode etik,” usulnya.
Di satu sisi, ia berpendapat bahwa kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan dan pelatihan etika bagi seluruh anggota DPRD, agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
“Lembaga DPRD juga harus memastikan bahwa perilaku anggota dewan mencerminkan komitmen terhadap kepentingan rakyat, bukan sekadar tindakan emosional yang merusak kredibilitas lembaga. Jangan biarkan perilaku tidak bermartabat mengotori lembaga yang seharusnya dihormati,” kuncinya.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Bitung, Vivi Ganap saat dihubungi melalui pesan WhatsApp membenarkan jika ada oknum anggota DPRD yang mengamuk karena perdebatan soal AKD. Namun demikian, ia memilih untuk hemat bicara. “Iya, soal AKD,” jawabannya singkat.(**)

