BASISBERITA.COM, Manado – Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) sepanjang tahun 2025 menunjukan tren positif. Di mana, secara kumulatif dibandingkan terhadap tahun 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,66 persen (c-to-c).
“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Industri Pengolahan sebesar 9,97 persen. Untuk dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Luar Negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 28,42 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Agus Sudibyo saat Press Release Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Sulut, pada Kamis (5/2/2026).
Sementara dibandingkan dengan Triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 5,95 persen (y-on-y). Sedangkan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, perekonomian Sulut tumbuh sebesar 7,02 persen (q-to-q).
Ia menyebut untuk sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 20,61 persen.
“Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,75 persen,” ujarnya.
Perekonomian Sulut tahun 2025 yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 204,75 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 113,66 triliun.
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Reza Dotulung yang hadir pada Press Release Berita Resmi Statistik tersebut menyampaikan Sulut mencatatkan capaian impresif dalam indikator ekonomi makro sepanjang tahun 2025. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang tercatat tumbuh positif dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan, penurunan Rasio Gini, serta berkurangnya tingkat pengangguran di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat Sulut.
Untuk menjaga momentum positif di tahun 2026 ini, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut akan terus menggulirkan sejumlah program strategis yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia dan ekonomi kerakyatan, di antaranya melalui Layanan Kesehatan dengan menyediakan pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kemudian penguatan Ketahanan Pangan. Ia menyebut implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta upaya swasembada pangan untuk memperkuat ketahanan daerah.
Selain itu, ada juga Pemberdayaan Desa yakni pengaktifan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ia menegaskan pihaknya sedang menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi.
“Kita tetap optimistis menargetkan pertumbuhan di angka 6 hingga 7 persen pada tahun 2027 mendatang,” ujarnya.(sco)

