BASISBERITA.COM, Manado – Perayaan Paskah Nasional 2026 yang berlangsung meriah di Kawasan Pohon Kasih, Megamas, Kota Manado, Rabu (8/4/2026), tidak hanya menjadi ajang ibadah dan kebersamaan, tetapi juga momentum penguatan ekonomi daerah. Di tengah kehadiran puluhan ribu jemaat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut) menunjukkan peran aktif melalui pemberdayaan UMKM, perluasan transaksi digital, serta edukasi publik.
Dalam satu hari pelaksanaan, tercatat sebanyak 8.396 transaksi menggunakan QRIS. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya adopsi pembayaran digital sekaligus mendorong percepatan transformasi ekonomi di Sulut.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta Gubernur Sulut Yulius Selvanus. Kehadiran para pejabat tersebut memperkuat makna Paskah Nasional sebagai peristiwa penting, tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga sosial dan ekonomi.
Sebagai bagian dari kontribusinya, BI Sulut menghadirkan 15 UMKM binaan dalam sebuah pameran yang menampilkan beragam produk kuliner dan kreatif. Kehadiran pelaku usaha ini memberikan pengalaman langsung bagi masyarakat untuk mendukung produk lokal.
Salah satu program yang menarik perhatian adalah promo “Scan QRIS Rp26”. Melalui program ini, pengunjung cukup melakukan transaksi digital senilai Rp26 untuk mendapatkan voucher belanja UMKM sebesar Rp20.000. Skema ini terbukti efektif dalam menarik minat masyarakat sekaligus mengenalkan kemudahan transaksi non-tunai.
Kepala Tim SP PUR BI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, tingginya jumlah transaksi dalam waktu singkat menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pembayaran digital semakin diterima luas.
Selain mendorong transaksi, BI Sulut juga membuka ruang edukasi terkait peran bank sentral yang dikemas secara interaktif. Layanan perpustakaan keliling turut dihadirkan guna meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan masyarakat dalam suasana yang santai dan inklusif.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menegaskan bahwa keikutsertaan BI dalam Paskah Nasional bukan sekadar simbolis.
“Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat ekonomi lokal, memperluas pasar UMKM, serta mendorong konsumsi produk dalam negeri,” tuturnya.
Menurutnya, momentum paskah juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Melalui pendekatan yang menggabungkan pemberdayaan komunitas, inovasi digital, serta peningkatan literasi, BI Sulut optimistis dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di daerah.(sco/*)

